Anak dan Remaja Rentan Depresi dan Kecemasan

  • 13 Feb 2026 08:33 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kesehatan mental anak dan remaja saat ini menjadi perhatian serius di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Masa pertumbuhan yang penuh perubahan fisik, emosional, dan sosial membuat kelompok usia muda lebih rentan terhadap gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Bahkan, data skrining kesehatan jiwa menunjukkan gejala depresi dan kecemasan pada anak dan remaja bisa lima kali lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.

Mengapa Anak dan Remaja Rentan?

Ada berbagai faktor yang membuat anak dan remaja lebih mudah mengalami masalah kesehatan mental, antara lain:

  1. Tekanan akademik dan prestasi – tuntutan nilai tinggi dan persaingan sekolah sering memicu stres berlebihan.
  2. Pengaruh media sosial dan citra diri – perbandingan sosial dapat menurunkan rasa percaya diri.
  3. Perundungan (bullying) – pengalaman negatif dengan teman sebaya dapat berdampak besar pada kesehatan mental.
  4. Masalah keluarga atau hubungan sosial – konflik di rumah maupun percintaan remaja bisa memicu tekanan emosional.
  5. Trauma dan riwayat keluarga – pengalaman buruk atau faktor genetik juga berperan.

Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Depresi dan kecemasan pada anak sering terlihat berbeda dari orang dewasa. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Perasaan sedih atau murung berkepanjangan
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulu disukai
  • Gangguan tidur dan nafsu makan
  • Mudah lelah, sulit konsentrasi, atau prestasi menurun
  • Mengungkapkan keinginan menyakiti diri atau putus asa

Dampak Jika Tidak Ditangani

Gangguan mental yang tidak ditangani dapat berdampak serius, seperti penurunan prestasi, kesulitan bersosialisasi, penyalahgunaan zat, hingga risiko bunuh diri. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting agar anak mendapatkan bantuan yang tepat.

Upaya Pencegahan dan Penanganan

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua, guru, dan masyarakat antara lain:

  • Membangun komunikasi terbuka dengan anak
  • Mengurangi tekanan berlebihan dan memberi dukungan emosional
  • Mengajarkan keterampilan mengelola stres
  • Memantau perubahan perilaku anak
  • Mengajak anak berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan jika diperlukan

Kesimpulan

Anak dan remaja berada pada fase kehidupan yang rentan terhadap depresi dan kecemasan. Faktor lingkungan, tekanan sosial, dan perubahan emosional menjadi penyebab utama. Dengan kesadaran, dukungan keluarga, serta deteksi dan penanganan sejak dini, kesehatan mental generasi muda dapat dijaga sehingga mereka dapat tumbuh dengan lebih sehat dan percaya diri,demikian di kutip Indozone.Id.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....