BMKG Ungkap Alasan Fakfak Kerap Mendung tapi Minim Hujan
- 12 Agt 2026 07:54 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Langit mendung yang kerap terlihat di Fakfak dalam beberapa waktu terakhir tidak selalu diikuti hujan deras. Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer di sekitar Papua yang menyebabkan terbentuknya awan, tetapi belum selalu berkembang menjadi awan hujan.
Ketua Tim Operasional BMKG Fakfak, Robert A. Kewetare, S.Tr.Met, menjelaskan terdapat sirkulasi atmosfer berupa sistem tekanan rendah di sekitar Papua yang memengaruhi pergerakan massa udara. Kondisi tersebut membuat aliran massa udara dari tenggara menuju Filipina mengalami perubahan arah.
“Beberapa minggu ini kita melihat mendung, tetapi hujannya tidak deras. Itu karena ada sirkulasi yang terjadi di sekitar Papua, sehingga massa udara yang seharusnya bergerak dari tenggara menuju Filipina mengalami pembelokan,” jelas Robert dalam program “Fakfak Menyapa” RRI Pro 1 Fakfak, Rabu 12 Agustus 2026.
Menurutnya, perubahan pergerakan massa udara tersebut menyebabkan udara berkumpul di sekitar wilayah Papua. Kondisi itu dapat memicu pembentukan awan sehingga langit terlihat mendung, tetapi belum cukup mendukung pertumbuhan awan menjadi awan hujan yang menghasilkan curah hujan signifikan.
Selain dinamika atmosfer, kondisi tersebut juga berlangsung di tengah fenomena El Nino yang aktif di Samudra Pasifik. BMKG mencatat El Nino aktif pada Juli 2026 dan secara umum fenomena ini berkontribusi terhadap berkurangnya potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Robert menjelaskan, keberadaan awan belum otomatis menghasilkan hujan. Diperlukan kandungan uap air yang cukup serta kondisi atmosfer yang mendukung agar awan dapat berkembang menjadi awan hujan.
“Kalau kelembapannya sekitar 70 sampai 75 persen, itu belum tentu mendukung untuk membuat awan menjadi awan hujan. Dia hanya sekadar berkumpul menjadi awan, tetapi untuk menjadi hujan perlu kelembapan yang lebih tinggi dan faktor atmosfer lainnya,” ujarnya.
Bahkan ketika kelembapan mencapai 90 hingga 95 persen, hujan belum tentu turun. Menurut Robert, kondisi tersebut masih dipengaruhi faktor lain, termasuk labilitas atmosfer, sehingga udara dapat terasa lembap dan menghasilkan embun tanpa selalu diikuti hujan.
Dengan demikian, kondisi mendung yang dirasakan masyarakat Fakfak tidak selalu menjadi tanda hujan deras akan turun. Dinamika sirkulasi atmosfer, kelembapan, labilitas, serta kondisi iklim global seperti El Nino secara bersama-sama memengaruhi apakah awan yang terbentuk dapat berkembang menjadi awan hujan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....