Polinef Kenalkan Teknologi Insinerator untuk Kelola Sampah Pariwari
- 23 Jul 2026 14:52 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Upaya mengurangi persoalan sampah di lingkungan permukiman terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) memperkenalkan teknologi insinerator sederhana serta konsep pengelolaan sampah terpadu berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) kepada warga Distrik Pariwari.
Kegiatan tersebut menjadi langkah edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, khususnya di tingkat rumah tangga. Ketua Tim Pelaksana, Umas Saisbuwono Bauw, mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.
Menurut Umas, salah satu permasalahan yang masih ditemukan adalah kebiasaan mencampurkan berbagai jenis sampah tanpa proses pemilahan terlebih dahulu. Selain itu, praktik pembakaran sampah secara terbuka juga masih dilakukan masyarakat, padahal dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan.
“Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan teknologi insinerator, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga,” ujar Umas.
Ia menjelaskan, penggunaan insinerator sederhana bukan menjadi solusi utama dalam mengatasi sampah, melainkan sebagai alternatif pengolahan sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali. Dengan penerapan konsep 3R, jumlah sampah yang masuk ke proses pembakaran dapat dikurangi sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai cara kerja insinerator sederhana, penerapan aspek keselamatan, hingga simulasi penggunaan alat yang dikembangkan bersama mahasiswa Teknik Sipil Polinef. Antusiasme warga terlihat melalui diskusi dan berbagai pertanyaan terkait kemungkinan penerapan teknologi tersebut di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Urusan Pemerintahan Distrik Pariwari, Andi Ilham, mengapresiasi keterlibatan Polinef dalam memberikan edukasi dan inovasi kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal perubahan perilaku warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan masing-masing,” katanya.
Ketua Jurusan Teknik Sipil Polinef, Imran, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap inovasi yang diberikan perguruan tinggi dapat menjawab kebutuhan masyarakat dengan pendekatan teknologi tepat guna.
“Kami ingin kehadiran Jurusan Teknik Sipil tidak hanya dirasakan di ruang kelas, tetapi juga memberikan manfaat langsung melalui inovasi dan teknologi tepat guna,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Polinef mendorong masyarakat Distrik Pariwari untuk mulai membangun kesadaran kolektif dalam mengurangi sampah, melakukan pemilahan, serta menerapkan pola pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....