Perpustakaan Fakfak Tetap Eksis di Tengah Gempuran Digitalisasi

  • 15 Okt 2025 11:25 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Di tengah maraknya kemudahan akses informasi dan bacaan digital, Perpustakaan Daerah Kabupaten Fakfak yang dikelola oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah tetap eksis menjadi tempat belajar dan membaca bagi masyarakat. Setiap harinya, terlihat sejumlah pelajar dari berbagai jenjang pendidikan berkunjung, bahkan sebagian diantar langsung oleh guru mereka untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Guru SD Inpres 1 Wagom, Ardi Shaleh, mengungkapkan kualitas bahan bacaan di Perpustakaan Daerah Fakfak sudah cukup baik dan lengkap. Ia menilai, tempat tersebut juga memiliki suasana yang nyaman bagi siswa untuk membaca. “Saya selaku guru menilai bahan bacaan di Perpustakaan Daerah Fakfak sudah sangat baik dan lengkap, tempatnya nyaman. Hanya saja mungkin ke depan lebih ditata klasifikasi buku bacaan agar lebih memudahkan,” ujarnya.

Menurut Ardi, keberadaan Perpustakaan Daerah di suatu wilayah menjadi hal yang penting untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar sekaligus menumbuhkan minat baca para pelajar. “Eksistensi Perpustakaan Daerah Fakfak harus terus dijaga karena menjadi simbol literasi di daerah. Tempat ini sangat penting untuk generasi muda agar mencintai kegiatan membaca,” tambahnya.

Sebagai guru Bahasa Inggris, Ardi rutin mengajak murid-muridnya untuk berkunjung ke perpustakaan. Ia berharap para siswa dapat mengenal lebih dekat fasilitas literasi yang dimiliki daerah mereka. “Kebetulan mereka juga sedang ikut lomba, jadi kunjungan ini sekaligus untuk menumbuhkan minat baca. Biasanya saya membawa siswa kelas IV, V, dan VI,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Ahli Media dan Otomasi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Fakfak, Warda Letsoin mengatakan, perpustakaan tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. “Kami tetap membuka pelayanan setiap hari pukul 08.00 hingga 16.00 WIT untuk pelajar dan masyarakat umum yang ingin membaca atau meminjam buku,” jelasnya.

Warda menambahkan, meskipun di era digitalisasi akses bacaan semakin luas melalui internet, keberadaan perpustakaan fisik tetap relevan sebagai ruang edukatif dan sosial bagi masyarakat. “Dengan segala keterbatasan, kami tetap menyediakan berbagai buku bacaan untuk anak-anak dan masyarakat. Perpustakaan ini bukan hanya tempat membaca, tapi juga tempat membangun budaya literasi,” katanya.

Perpustakaan Daerah Fakfak kini tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga simbol ketahanan literasi di tengah arus perubahan zaman. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa semangat membaca dan belajar bersama tetap hidup di Kabupaten Fakfak, meskipun dunia semakin bergeser ke arah digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....