Kelurahan Fakfak Utara Dorong Pemilahan Sampah Mulai Dari Rumah
- 09 Sep 2026 15:30 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kelurahan Fakfak Utara, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah melalui penerapan tata kelola sampah berbasis masyarakat. Upaya tersebut dilakukan setelah wilayah ini ditetapkan sebagai pilot project pembangunan rendah karbon dengan fokus pada pengelolaan sampah.
Kepala Kelurahan Fakfak Utara, Muhammad Erwansyah Hindom, mengatakan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar warga tidak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi mulai memahami pentingnya pemilahan sejak dari rumah. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Alhamdulillah, beberapa waktu lalu kami telah melaunching strategi dual track ecosystem serta sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos di Fakfak Utara,” ujar Erwansyah.
Menurutnya, Kelurahan Fakfak Utara memiliki sekitar 15.000 penduduk serta terdapat banyak gedung publik dan pertokoan. Kondisi tersebut membuat wilayah ini menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar, sehingga diperlukan keterlibatan masyarakat dalam menangani persoalan sampah dari sumbernya.
Erwansyah menjelaskan, melalui strategi dual track ecosystem, masyarakat diarahkan untuk mengubah kebiasaan dari sekadar membuang sampah menjadi memilah sampah organik dan non-organik. Prinsip yang ditekankan adalah setiap warga memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. “Sampah yang diproduksi adalah tanggung jawab masing-masing alias sampahku tanggung jawabku,” tegasnya.
Ia mengakui penerapan kebiasaan baru tersebut masih menghadapi tantangan, terutama minimnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai manfaat pemilahan sampah. Namun, edukasi terus dilakukan karena keterbatasan kapasitas TPA membuat pengurangan sampah dari tingkat rumah tangga menjadi kebutuhan mendesak. Upaya ini juga sejalan dengan visi dan misi daerah melalui program Bersih Kotaku.
Erwansyah berharap kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pihak dapat memperkuat pengelolaan sampah di Fakfak Utara. Sampah organik yang dipilah dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah non-organik berpotensi didaur ulang sehingga tidak seluruhnya berakhir di TPA sekaligus dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....