BLK Fakfak Fokus Tingkatkan Keterampilan Practical Office Peserta
- 21 Apr 2026 11:23 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 Tahun 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Fakfak saat ini tengah berlangsung dengan fokus pada peningkatan keterampilan peserta di bidang perkantoran. Program pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja, khususnya bagi lulusan baru SMA sederajat.
Kepala BLK Kabupaten Fakfak, Muhammad Awaludin Nur, menyampaikan bahwa pada Batch 1 tahun ini pihaknya hanya melaksanakan satu program pelatihan, yakni Practical Office. Program tersebut berjalan lancar sejak dimulai dan mendapat respons positif dari para peserta.
“Dalam Batch 1 ini kami melaksanakan satu program pelatihan yaitu Practical Office dan alhamdulillah kegiatan berjalan lancar,” ujar Muhammad Awaludin Nur saat diwawancarai terkait perkembangan pelatihan tersebut.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan kali ini mengikuti instruksi dari pemerintah pusat yang membatasi hari kegiatan hanya sampai hari Jumat. “Biasanya kegiatan pelatihan bisa sampai hari Sabtu, namun ada instruksi dari pusat bahwa kegiatan cukup dilakukan sampai hari Jumat saja,” jelasnya.
Meski terdapat pembatasan waktu, antusiasme peserta tetap tinggi. Menurutnya, para peserta tetap menunjukkan semangat dalam mengikuti setiap materi yang diberikan selama pelatihan berlangsung.
Pelatihan ini dijadwalkan akan berakhir pada 7 Mei 2026 mendatang. Saat ini, pelaksanaan pelatihan telah memasuki minggu keempat dan diperkirakan dalam dua pekan ke depan peserta akan mengikuti ujian sertifikasi kompetensi.
Dalam program Practical Office, peserta diwajibkan menguasai empat unit kompetensi utama, yakni Microsoft Word, Microsoft Excel, PowerPoint, serta pengelolaan surat elektronik. Saat ini, peserta telah berada pada tahap akhir materi Microsoft Excel dan akan segera memasuki pembelajaran PowerPoint.
Muhammad Awaludin Nur menambahkan, sebagian besar peserta merupakan lulusan baru SMA sederajat yang masih memiliki keterbatasan dalam kemampuan teknologi informasi. “Rata-rata mereka masih dari nol, bahkan ada yang masih kesulitan dalam mengoperasikan mouse, namun perkembangan mereka selama empat pekan ini sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa metode pelatihan yang diterapkan lebih menitikberatkan pada praktik dibandingkan teori. “Komposisi pelatihan sekitar 20 persen teori dan 80 persen praktik. Selain itu, peserta juga mendapatkan soft skills agar mampu memenuhi standar kompetensi yang disyaratkan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....