Produksi Lokal Sayuran Fakfak Cukupi Kebutuhan Ramadan
- 04 Mar 2026 11:50 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Ketersediaan sayur mayur selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, di Kabupaten Fakfak dipastikan dalam kondisi terkendali. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Zulkifly Laode Hilu, saat diwawancarai terkait kondisi pasokan dan harga sayuran di pasaran.
Zulkifly menjelaskan, secara umum kebutuhan sayur selama Ramadan masih mampu dipenuhi, baik dari produksi lokal maupun pasokan dari luar wilayah. “Terkait bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah ini dan menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 2026, memang ketersediaan kebutuhan sayur selama Ramadan cukup berkendali,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengendalian tersebut tidak terlepas dari pasokan sayuran yang didatangkan dari kawasan Bomberai dan Kinam. Kedua wilayah itu selama ini menjadi penopang utama distribusi sayur ke pasar-pasar di Fakfak. “Kendali ini terkait dengan pasokan-pasokan yang didatangkan dari kawasan Bomberai dan Kinam untuk memenuhi kebutuhan sayur di pasaran,” jelasnya.
Meski demikian, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya ke sejumlah pasar, ditemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu. “Kemarin kita sudah survei ke pasar, memang ada beberapa komoditi yang harganya sedikit melonjak. Itu karena kebutuhannya melampaui permintaan yang tersedia,” katanya.
Menurutnya, lonjakan harga tersebut dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri, sementara pasokan untuk komoditas tertentu relatif terbatas. “Ada beberapa komoditi yang permintaannya banyak, tetapi ketersediaannya sedikit, sehingga itu mempengaruhi harga di pasaran,” ungkap Zulkifly.
Untuk sayur produksi lokal seperti bayam, kangkung, kacang panjang, dan buncis, Zulkifly memastikan dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Sayur-sayuran lokal yang sering dipasarkan seperti bayam, kangkung, kacang panjang, dan buncis saat ini terkendali untuk memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadan,” tegasnya.
Sementara itu, beberapa jenis sayuran seperti kol, kentang, dan wortel masih bergantung pada pasokan dari luar daerah karena belum dibudidayakan secara optimal di Fakfak. “Bukan berarti tidak ada, tetapi memang selama ini belum pernah dibudidayakan secara maksimal di Fakfak, sehingga masih didatangkan dari luar,” jelasnya.
Zulkifly menambahkan, pada hari-hari awal Ramadan, pasar lokal masih sangat bergantung pada distribusi dari wilayah Bomberai dan Kinam, dengan pasokan terbanyak berasal dari Kinam. “Yang lebih terbanyak itu dari Kinam, karena pertaniannya memang lebih fokus melakukan kegiatan produksi untuk itu,” katanya.
Namun, untuk wilayah Bomberai, ia mengakui distribusi sempat tidak maksimal karena sebagian hasil panen telah diserap masyarakat setempat. “Kemarin saat kita naik ke Bomberai, suplai sayur tidak sampai ke Kabupaten Fakfak karena sudah diambil oleh masyarakat di wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia juga menyinggung adanya program batalion pangan dan makan bergizi gratis yang turut menyerap hasil produksi petani. “Dengan adanya batalion pangan, suplai langsung ke mereka sehingga tidak semuanya masuk ke pasaran Fakfak. Kita bersyukur karena banyak kelompok tani yang datang menyediakan kebutuhan untuk proses makan bergizi gratis,” tutup Zulkifly.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....