Sasi Kerakera Jadi Momentum Menjaga Pala dan Jati Diri Fakfak
- 27 Agt 2026 19:11 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pembukaan Sasi Kerakera di Kampung Sipatnanam, Kabupaten Fakfak, bukan sekadar penanda dimulainya aktivitas pemetikan pala. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat kesadaran menjaga warisan adat, kualitas pala, sekaligus jati diri masyarakat Fakfak.
Kepala Kampung Sipatnanam, Yanuarius Tuturup, mengatakan pelaksanaan Sasi Kerakera merupakan bentuk kesadaran bersama dalam menjaga warisan leluhur yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, menjaga mutu dan kualitas pala bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat sebagai pewaris budaya dan kekayaan alam.
"Mari sama-sama menjaga apa yang telah dititipkan kepada kita, karena ini bukan hanya soal pala, tetapi menyangkut harga diri dan martabat negeri ini," ujar Yanuarius Tuturup.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu membangun kembali kesadaran bahwa pala merupakan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Fakfak. Karena itu, Sasi Kerakera harus dimaknai lebih luas sebagai bentuk penghormatan terhadap alam, adat, dan warisan leluhur.
Yanuarius menilai menjaga pohon pala pada hakikatnya sama dengan menjaga kehidupan dan masa depan keluarga, mengingat tanaman tersebut telah memberikan manfaat ekonomi secara turun-temurun. Ia berharap tokoh adat, pemerintah kampung, keluarga pemilik kebun, serta masyarakat dapat membangun kembali kebiasaan baik dalam merawat tanaman pala.
"Kalau kita menghargai pala, berarti kita menghargai jati diri dan budaya kita, sehingga kebiasaan baik dalam merawat pohon pala harus kita hidupkan kembali," katanya.
Menurut Yanuarius, generasi muda perlu dilibatkan dalam berbagai kegiatan adat agar memahami bahwa pala bukan sekadar tanaman penghasil pendapatan, tetapi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Fakfak. Ia bahkan mendorong adanya kegiatan khusus untuk memberikan penghormatan terhadap pohon pala sekaligus menanamkan nilai adat kepada anak-anak.
Ia juga mengapresiasi perhatian terhadap mutu pala serta peluang pemasaran melalui pembeli lokal yang dapat memberikan harga sekitar enam ratus ribu rupiah per seribu biji untuk pala tua dan matang. Menurutnya, harga yang baik harus berjalan beriringan dengan kualitas agar nilai Pala Fakfak tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Yanuarius berharap pembukaan Sasi Kerakera menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh masyarakat dalam menjaga Pala Fakfak secara berkelanjutan. Dengan demikian, sasi tidak hanya menjadi tanda dimulainya musim petik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menjaga pala berarti menjaga adat, budaya, ekonomi keluarga, serta harga diri dan masa depan negeri Fakfak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....