Masjid Agung Utamakan Pelestarian Budaya Sawat dan Hadrat Bagi Generasi Muda
- 28 Jul 2026 14:15 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Wakil Ketua I Dewan Pengurus Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak, Muchlis Namudat, menegaskan keikutsertaan Masjid Agung dalam lomba Islami bukan semata-mata untuk meraih juara. Menurutnya, tujuan utama adalah melestarikan budaya Islam yang telah diwariskan secara turun-temurun kepada generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Muchlis kepada RRI saat ditemui di sela-sela pelaksanaan lomba Islami yang digelar Panitia 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. Ia menilai ajang tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya lokal bernuansa Islam kepada masyarakat.
Muchlis mengatakan Masjid Agung terus melakukan pembinaan terhadap anak-anak dan remaja agar mampu menguasai tarian Sawat dan Hadrat. Regenerasi dinilai penting agar kesenian tersebut tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Menurutnya, tarian Sawat dan Hadrat bukan hanya dipentaskan dalam perlombaan. Kesenian tersebut juga menjadi bagian dari berbagai kegiatan keagamaan dan tradisi masyarakat Fakfak.
"Kami mengikuti lomba ini bukan karena mencari juara, tetapi ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Masjid Agung memiliki generasi muda yang siap melanjutkan budaya tarian Hadrat dan Sawat sebagai warisan turun-temurun," ujar Muchlis Namudat.
Ia menjelaskan tarian Sawat dan Hadrat selama ini kerap ditampilkan dalam berbagai hajatan keluarga, seperti pernikahan, maupun kegiatan keagamaan Islam lainnya. Karena itu, keberadaan generasi penerus menjadi sangat penting agar budaya tersebut tetap lestari.
Muchlis berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari kesenian Sawat dan Hadrat. Dengan demikian, warisan budaya Islam yang telah hidup dan berkembang di Kabupaten Fakfak dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....