Tradisi Berebut Telur Meriahkan Maulid Nabi di Kampung Sekban

  • 27 Agt 2026 19:14 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Jemaah Masjid Mukmin Al-Muqharomah Kampung Sekban, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis 27 Agustus 2026, seusai shalat isya. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan pembacaan Barzanji, doa bersama, serta tradisi berebut telur rebus yang melibatkan anak-anak.

Usai doa penutup, anak-anak Kampung Sekban berbondong-bondong menuju tempat telur rebus yang telah disiapkan oleh panitia. Tradisi tersebut menjadi salah satu momen yang paling ditunggu karena menghadirkan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.

Kehadiran anak-anak dalam jumlah banyak turut menambah semarak pelaksanaan Maulid Nabi di kampung tersebut. Selain mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, mereka juga mendapatkan kesempatan menikmati tradisi yang telah dilakukan masyarakat secara turun-temurun.

Imam Masjid Mukmin Al-Muqharomah, La Djumhadin, mengatakan tradisi berebut telur rebus telah diwariskan oleh para leluhur dan terus dipertahankan hingga saat ini. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna sebagai simbol keberkahan dan rezeki yang dapat dinikmati secara bersama-sama.

"Tradisi berebut telur rebus ini sudah dilakukan sejak leluhur, yang dimaknai sebagai rezeki melimpah untuk dirasakan bersama," tutur La Djumhadin.

La Djumhadin menjelaskan, tradisi tersebut bukan hanya menjadi bagian dari kemeriahan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Khususnya bagi anak-anak, kegiatan itu menjadi ruang untuk belajar mengenal tradisi sekaligus merasakan kebersamaan dalam suasana peringatan keagamaan.

Ia berharap tradisi yang telah diwariskan para leluhur tersebut dapat terus dipertahankan oleh generasi berikutnya. Menurutnya, nilai kebersamaan, berbagi rezeki dan kegembiraan yang terkandung dalam tradisi tersebut tetap relevan untuk kehidupan masyarakat saat ini.

Pelaksanaan Maulid Nabi di Kampung Sekban akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui kegiatan keagamaan. Tradisi berebut telur rebus juga menunjukkan bagaimana nilai agama, budaya dan kebersamaan dapat terus hidup dan diwariskan di tengah masyarakat Fakfak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....