Mengenal Rumah Adat Papua Barat
- 22 Mei 2024 19:28 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Indonesia merupakan Negara yang kaya dengan sumber alam bahkan budaya dan adat istiadat yang beragam, mulai dari bahasa,pakaian adat dan juga rumah adat yang tersebar di seluruh nasantara.
Berikut Salah satunya rumah adat propinsi Papua Barat yang terletak di ujung timur Indonesia, Dikutip dari iNews Papua.com
- Rumah Honai
Rumah Honai memiliki struktur bagunan 2 lantai dan terbuat dari kayu dengan atap yang berbentuk kerucut.Kerucut yang terbuat dari jerami dan ilalang. Tinggi rumah Honai hanya mencapai 2,5 meter,memberikan kesan kekompakan dan kebersahajaan dalam disainnya. Satu- satunya pintu masuk ke rumah ini berukuran kecil,tidak seperti rumah pada umumnya,honai tidak memiliki pembagian ruangan seperti ruang tamu,kamar tidur,atau dapur. Hanya ada ruangan tunggal didalamnya dengan satu perapian dibagian tengah ruangan. Jadi,bukan hanya sebagai tempat berkumpul tetapi juga berfungsi ntuk menghangatkan tubuh di tengah suhu dingin lembah Baliem yang dapat mencapai 10-15 derajat Celsius pada malam hari. Rumah honai memiliki dua tingkat,terhubung oleh tangga kayu. Lantai pertama digunakan untuk berkumpul dan menerima tamu,sedangkan lantai kedua menjadi tempat tidur. Walaupun terlihat sederhana rumah honai dapat menampung sekitar 5 hingga 10 orang.Rumah yang berbentuk kerucut tanpa jendela ini bisa menghindari udara dingin di puncak pegunungan.
- Rumah kaki Seribu
Rumah adat Papua Barat yang selanjutnya adalah rumah asli penduduk suku Arfak yang di sebut Mod Aki Aksa atau lebih di kenal dengan sebutan rumah kaki seribu,memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Merupakan rumah panggung memiliki tinggi beberapa meter dari permukaan tanah, rumah yang dikelilingi hutan dan pegunungan menjadikan rumah panggung sebagai hunaian yang aman . selain itu terhindari dari binatang buas. Julukan kaki seribu diberikan karena rumah ini ditopang oleh pondasi kayu yang sangat banyak,terkesan padat,unik,bahkan begitu rumitnya karena banyak kayu yang digunakan. Terbuat dari kayu dan daun sagu atau jerami sebagai atapnya. Rumah ini hanya memiliki 2 pintu yaitu pintu depan dan pintu belakang,memiliki satu tangga pada pintu utama dan tidak memiliki jendela.