Waktu yang Baik untuk Keramas agar Rambut dan Kulit Kepala Tetap Sehat

  • 01 Okt 2026 08:29 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Keramas merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala. Namun, masih banyak orang yang bertanya-tanya kapan waktu yang paling baik untuk keramas, apakah pagi, siang, atau malam hari. Sebenarnya, tidak ada aturan medis yang menetapkan bahwa keramas harus dilakukan pada jam tertentu. Yang lebih penting adalah menyesuaikan frekuensi keramas dengan kondisi rambut dan kulit kepala.

American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan agar frekuensi mencuci rambut disesuaikan dengan seberapa cepat rambut menjadi kotor atau berminyak. Orang dengan rambut lurus dan kulit kepala berminyak mungkin perlu keramas setiap hari, sedangkan rambut yang kering, tebal, keriting, atau bertekstur dapat membutuhkan keramas lebih jarang.

1. Keramas pada Pagi Hari

Keramas pada pagi hari dapat menjadi pilihan bagi orang yang merasa kulit kepalanya cepat berminyak setelah tidur. Setelah keramas, rambut juga memiliki waktu sepanjang hari untuk mengering secara alami.

Namun, keramas pada pagi hari bukan berarti selalu lebih sehat daripada keramas pada waktu lain. Yang terpenting adalah menggunakan produk yang sesuai dengan jenis rambut dan tidak mencuci rambut secara berlebihan.

2. Keramas pada Sore atau Setelah Beraktivitas

Sore hari dapat menjadi waktu yang tepat untuk keramas, terutama setelah melakukan aktivitas yang menyebabkan banyak berkeringat. Keringat, minyak, dan sisa produk rambut dapat menumpuk pada kulit kepala.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa orang yang banyak berkeringat tidak selalu harus keramas setiap hari. Frekuensi keramas tetap perlu disesuaikan dengan jenis rambut, tekstur rambut, dan kondisi kulit kepala.

Jika kulit kepala terasa sangat berminyak setelah berolahraga atau berkeringat, keramas setelah aktivitas dapat membantu membersihkan minyak dan kotoran.

3. Keramas pada Malam Hari

Keramas pada malam hari juga diperbolehkan. Bahkan, bagi sebagian orang, malam merupakan waktu yang praktis karena rambut dapat dibersihkan setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.

Namun, sebaiknya rambut tidak dibiarkan dalam keadaan sangat basah ketika tidur. Setelah keramas, keringkan rambut dengan lembut terlebih dahulu. American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa rambut dalam kondisi basah lebih rentan mengalami kerusakan sehingga sebaiknya diperlakukan dengan lembut.

4. Seberapa Sering Sebaiknya Keramas?

Frekuensi keramas tidak sama untuk setiap orang.

Kulit kepala berminyak: dapat membutuhkan keramas setiap hari atau setiap dua hari.

Rambut tipis dan lurus: biasanya perlu dicuci lebih sering.

Rambut tebal, kering, keriting, atau bertekstur: biasanya dapat dicuci lebih jarang.

Orang yang sering berkeringat: dapat menyesuaikan jadwal keramas dengan kondisi kulit kepala.

Memiliki ketombe: mungkin membutuhkan sampo antiketombe dengan frekuensi tertentu sesuai petunjuk produk atau anjuran dokter.

AAD menekankan bahwa sampo sebaiknya terutama diaplikasikan pada kulit kepala, bukan seluruh panjang rambut. Cara ini membantu membersihkan minyak berlebih, sel kulit mati, dan sisa produk tanpa membuat bagian rambut terlalu kering.

5. Jangan Terlalu Sering atau Terlalu Jarang

Keramas terlalu sering dapat membuat sebagian jenis rambut menjadi kering dan lebih mudah mengalami kerusakan. Sebaliknya, terlalu jarang mencuci rambut dapat menyebabkan penumpukan minyak, sel kulit mati, dan sisa produk pada kulit kepala.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa penumpukan minyak dan sel kulit mati pada kulit kepala dapat berkontribusi terhadap ketombe atau dermatitis dan menimbulkan rasa gatal.

Karena itu, tanda seperti kulit kepala sangat berminyak, gatal, atau muncul serpihan dapat menjadi petunjuk bahwa rutinitas perawatan rambut perlu disesuaikan.

6. Tips Keramas yang Benar

Selain memilih waktu yang tepat, cara keramas juga penting untuk menjaga kesehatan rambut.

Pertama, pilih sampo sesuai dengan jenis rambut dan kondisi kulit kepala. Kedua, fokuskan sampo pada kulit kepala dan gunakan kondisioner pada bagian rambut yang membutuhkan kelembapan. Ketiga, hindari menggosok rambut terlalu kasar karena rambut dalam keadaan basah lebih mudah rusak.

Jika menggunakan sampo antiketombe, ikuti petunjuk pada kemasan. Beberapa produk perlu dibiarkan beberapa menit di kulit kepala sebelum dibilas agar bahan aktifnya bekerja dengan baik.

Waktu terbaik untuk keramas sebenarnya tidak ditentukan oleh jam tertentu. Pagi, sore, maupun malam dapat menjadi waktu yang baik, selama disesuaikan dengan kebutuhan rambut dan kulit kepala.

Jika kulit kepala cepat berminyak atau sering berkeringat, keramas lebih sering mungkin diperlukan. Sebaliknya, rambut yang kering, tebal, atau keriting biasanya tidak membutuhkan keramas sesering rambut yang tipis dan berminyak.

Jadi, daripada berpatokan pada mitos bahwa keramas harus dilakukan pada waktu tertentu, lebih baik memperhatikan kondisi kulit kepala dan jenis rambut. Dengan frekuensi dan cara keramas yang tepat, kebersihan kulit kepala dapat terjaga tanpa membuat rambut menjadi terlalu kering atau rusak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....