Cara Mengajarkan Anak Belajar Menghitung dengan Menyenangkan

  • 30 Sep 2026 08:21 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID,Fakfak - Mengajarkan berhitung kepada anak tidak harus selalu dilakukan dengan buku, angka, dan soal-soal yang membuat anak cepat bosan. Justru, anak usia dini dapat mengenal konsep angka melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kemendikdasmen menekankan bahwa numerasi perlu dikenalkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Numerasi juga tidak sekadar kemampuan membaca angka atau berhitung, tetapi bagaimana anak memahami angka dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mulai dari benda yang ada di sekitar

Orang tua atau guru dapat mengajak anak menghitung benda-benda sederhana, misalnya mainan, buah, pensil, atau sendok.

Contohnya: “Ada berapa apel di meja?” Kemudian anak diajak menunjuk satu per satu sambil menyebut angka. Cara seperti ini membantu anak memahami bahwa angka berkaitan dengan jumlah benda nyata.

2. Gunakan jari tangan

Jari tangan bisa menjadi alat belajar yang sederhana dan mudah digunakan. Anak dapat diajak menunjukkan angka dengan jari, kemudian menghitungnya bersama-sama.

NAEYC memberikan contoh aktivitas menggunakan jari untuk membantu anak belajar menghitung, mengurutkan jumlah, hingga mengenal operasi sederhana.

3. Belajar sambil bermain

Permainan dapat membuat kegiatan berhitung terasa lebih menyenangkan. Misalnya, bermain dadu kemudian anak menghitung jumlah titik yang muncul. Bisa juga menggunakan kartu angka, permainan mencocokkan angka dengan jumlah benda, atau permainan mencari angka.

Penelitian yang dihimpun dalam portal Garuda Kemendikbud juga menunjukkan bahwa pembelajaran berhitung anak dapat dilakukan melalui permainan dan aktivitas yang menyenangkan.

4. Masukkan berhitung ke dalam aktivitas sehari-hari

Tidak perlu menyediakan waktu khusus setiap saat. Saat makan, misalnya, anak bisa diajak menghitung jumlah potongan buah. Ketika merapikan mainan, anak dapat menghitung berapa mobil-mobilan yang sudah dimasukkan ke dalam kotak.

Kemendikdasmen juga mencontohkan aktivitas sehari-hari seperti memahami waktu, ukuran, tinggi badan, hingga memasak bersama sebagai kesempatan untuk mengenalkan numerasi kepada anak.

5. Gunakan cerita

Berhitung juga bisa dimasukkan ke dalam cerita. Misalnya, cerita tentang tiga ekor kucing yang kemudian bertambah menjadi lima. Anak dapat diajak mengikuti perubahan jumlah tersebut.

Pendekatan melalui storytelling dapat membuat pembelajaran berhitung lebih menarik karena anak memperoleh pengalaman matematika melalui cerita yang interaktif dan bermakna.

6. Jangan terlalu fokus pada hafalan

Anak bukan hanya perlu menghafal urutan angka, tetapi juga memahami hubungan antara angka dan jumlah. Misalnya, ketika mengatakan angka 5, anak memahami bahwa angka tersebut mewakili lima benda.

NAEYC menekankan bahwa pembelajaran matematika anak usia dini dapat dibangun melalui aktivitas bermain yang terencana maupun aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan menghitung dan operasi sederhana.

7. Berikan apresiasi, bukan tekanan

Kalau anak salah menghitung, jangan langsung dimarahi. Bantu anak menghitung kembali dengan cara yang sederhana. Berikan apresiasi terhadap usaha mereka.

Tujuannya agar anak tidak menganggap matematika sebagai sesuatu yang menakutkan. Pembelajaran berhitung yang menyenangkan dapat membantu membangun rasa percaya diri dan ketertarikan anak terhadap matematika.

Mengajarkan anak berhitung pada dasarnya bukan sekadar membuat anak hafal angka 1, 2, 3, dan seterusnya. Yang lebih penting adalah membantu anak memahami jumlah, mengenali pola, membandingkan, dan menggunakan konsep angka dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, daripada berkata “Ayo belajar matematika!”, orang tua bisa mengubahnya menjadi permainan: “Coba kita hitung, ada berapa mainan di sini?” Dengan begitu, anak belajar tanpa merasa sedang diberi pelajaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....