Junior PBSI Fakfak Buktikan Kemampuan di Rajawali Cup 3 Kaimana
- 17 Sep 2026 23:21 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Delapan atlet junior Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Fakfak berhasil menembus partai Grand Final Rajawali Cup 3 Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Para atlet junior PBSI Fakfak tersebut tampil pada kelas umum dan harus menghadapi atlet dari berbagai klub dengan pengalaman serta karakter permainan yang beragam. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya menambah jam terbang sekaligus menguji mental bertanding di luar daerah.
Semangat juang yang ditunjukkan selama turnamen membawa delapan atlet tersebut melaju hingga partai puncak. Pada Grand Final yang berlangsung Kamis malam, 17 September 2026, PBSI Junior Fakfak menghadapi PB Reborn.

Meski belum berhasil meraih gelar juara, perjuangan tersebut membuahkan posisi runner up. Capaian ini menjadi pengalaman penting bagi para atlet untuk mengevaluasi kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Ketua PBSI Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., memberikan apresiasi atas keberanian delapan atlet junior tampil dalam kelas umum pada turnamen terbuka tersebut. Menurutnya, keikutsertaan ini merupakan bagian dari proses pembinaan atlet.
“Ini merupakan prestasi yang gemilang bagi delapan atlet junior kita. Mereka berani mengambil kesempatan untuk bermain di kelas umum pada open turnamen seperti Rajawali Cup Kaimana. Keikutsertaan ini merupakan inisiatif dari para atlet yang kemudian difasilitasi oleh PBSI Fakfak,” ujar Widhi.
Ia menjelaskan, bertanding pada kelas umum memberikan tantangan tersendiri bagi atlet junior karena harus menghadapi lawan yang memiliki pengalaman, gaya permainan dan tingkat kematangan berbeda. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi atlet untuk belajar menghadapi tekanan pertandingan.
“Ajang ini menjadi bagian dari uji mentalitas bertanding di luar daerah. Anak-anak belajar bagaimana menghadapi tekanan, menjaga konsentrasi, mengendalikan emosi, membaca permainan lawan dan tetap berjuang sampai pertandingan selesai,” katanya.
Widhi menilai hasil runner up tidak semata-mata dilihat sebagai kegagalan meraih juara, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kekurangan yang masih harus diperbaiki, mulai dari teknik, strategi, stamina, konsistensi hingga mental bertanding.
“Tertundanya keberhasilan untuk menjadi juara merupakan bagian dari proses evaluasi. Justru dari pertandingan seperti ini kita dapat melihat apa yang masih menjadi kekurangan dan apa yang harus diperbaiki. Yang terpenting adalah anak-anak berani tampil, berani bersaing dan tidak mudah menyerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengalaman bertanding di luar Fakfak penting untuk membangun kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi atlet. Semakin sering mengikuti kompetisi, semakin banyak pengalaman yang dapat menjadi modal dalam menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
PBSI Fakfak berharap capaian runner up Rajawali Cup 3 Kaimana menjadi motivasi bagi delapan atlet junior untuk semakin giat berlatih. Pengalaman tersebut juga diharapkan mendorong atlet muda lainnya di Fakfak untuk berani bertanding, terus belajar dari setiap pertandingan dan menorehkan prestasi pada kompetisi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....