Negara yang Kepitingnya Bukan Makanan Tradisional
- 30 Sep 2026 08:23 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID,Fakfak - Kalau biasanya kita membayangkan kepiting sebagai salah satu makanan laut yang populer di Asia, ternyata ada negara yang secara tradisional tidak menjadikan kepiting sebagai bagian penting dari kulinernya. Salah satunya adalah Tunisia, negara di Afrika Utara.
Menurut FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nations), kepiting bukan merupakan hidangan atau bahan makanan tradisional di Tunisia. Namun, seiring meningkatnya ketersediaan kepiting di pasar, produk kepiting mulai diperkenalkan ke masyarakat dan bahkan mulai muncul dalam menu makanan.
Menariknya, Tunisia memiliki sumber daya kepiting yang cukup unik. Kepiting renang biru (Portunus segnis) dan kepiting biru Amerika (Callinectes sapidus) ditemukan di kawasan Mediterania dan menjadi perhatian dalam pengelolaan perikanan. FAO mencatat bahwa kepiting biru bahkan mulai dilihat sebagai peluang ekonomi karena dapat diolah dan dipasarkan.
Kenapa kepiting tidak populer di sana?
Salah satu alasannya berkaitan dengan tradisi kuliner dan kebiasaan konsumsi masyarakat. Suatu jenis hasil laut bisa tersedia di suatu wilayah, tetapi belum tentu menjadi bagian dari makanan tradisional masyarakat setempat.
Hal ini berbeda dengan beberapa negara Asia. Misalnya, FAO mencatat bahwa China, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat merupakan pasar penting dalam perdagangan kepiting dunia. Pada kuartal pertama 2026, China menjadi tujuan impor kepiting terbesar, sementara Korea Selatan berada di posisi kedua.
Jadi, perbedaan konsumsi kepiting bukan hanya soal ada atau tidaknya kepiting di laut, tetapi juga dipengaruhi oleh budaya makanan, kebiasaan masyarakat, ketersediaan produk, dan perkembangan pasar.
Kepiting mulai menjadi peluang ekonomi
Yang menarik, kondisi tersebut perlahan berubah. FAO melaporkan bahwa di Tunisia, kepiting biru yang sebelumnya tidak menjadi hidangan tradisional, mulai dimanfaatkan sebagai produk ekonomi. Beberapa fasilitas pengolahan bahkan mulai memproduksi kepiting matang untuk membuka akses ke pasar baru, termasuk pasar Asia, Eropa, dan Amerika.
| Baca juga: Mengenal lebih dekat Tanaman Asam Jawa |
Artinya, makanan yang awalnya tidak populer dalam suatu budaya bisa berubah menjadi komoditas ekonomi ketika masyarakat menemukan cara baru untuk mengolah dan memasarkannya.
Jadi, kalau ditanya “negara mana yang tidak mengonsumsi kepiting?”, sebaiknya jangan mengatakan bahwa suatu negara sama sekali tidak makan kepiting kecuali ada bukti yang benar-benar menunjukkan larangan atau nol konsumsi.
Contoh yang lebih akurat adalah:
Tunisia merupakan negara yang secara tradisional tidak menjadikan kepiting sebagai makanan, tetapi konsumsi dan pemanfaatan kepiting mulai berkembang karena meningkatnya ketersediaan dan nilai ekonominya.
Sebagai pembanding, perdagangan dunia menunjukkan bahwa kepiting justru memiliki permintaan besar di Asia. FAO melaporkan China, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat sebagai pasar penting kepiting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....