Fakta Unik Babi Hutan yang Jarang Diketahui

  • 30 Sep 2026 08:23 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID,Fakfak - Babi hutan atau wild boar memiliki nama ilmiah Sus scrofa. Hewan ini masih satu keluarga dengan babi domestik dan dikenal sebagai salah satu mamalia yang punya kemampuan beradaptasi sangat baik. Babi hutan dapat hidup di berbagai habitat, mulai dari hutan, padang rumput, lahan basah hingga kawasan pertanian. Dilansir dari National Geographic

1. Babi hutan ternyata perenang yang baik

Jangan bayangkan babi hutan hanya jago berjalan atau berlari di daratan. Hewan ini juga mampu berenang dengan baik. Kemampuan tersebut bahkan membantu populasi babi liar menyebar dari satu wilayah ke wilayah lain, termasuk antar-pulau.

2. Makanannya sangat beragam

Babi hutan termasuk omnivora, sehingga tidak hanya memakan tumbuhan. Makanannya dapat berupa akar, buah, biji-bijian, umbi, rumput dan tanaman lainnya. Mereka juga dapat memakan serangga, telur burung maupun hewan-hewan kecil ketika tersedia.

Inilah salah satu alasan mengapa babi hutan sangat mudah beradaptasi ketika kondisi lingkungan dan sumber makanan berubah.

3. Taring bukan hanya untuk menyerang

Salah satu ciri paling mudah dikenali dari babi hutan adalah taringnya. Taring tersebut dapat digunakan untuk pertahanan dan dalam persaingan antarjantan.

Menariknya, babi hutan jantan memiliki lapisan kulit yang sangat tebal di bagian bahu yang dikenal sebagai shoulder shield atau pelindung bahu. Lapisan ini membantu melindungi tubuh ketika berhadapan dengan jantan lain.

4. Anak babi hutan punya “seragam” alami

Anak babi hutan tidak langsung memiliki warna gelap seperti babi dewasa. Anakannya biasanya memiliki garis-garis pada tubuh dengan warna cokelat dan lebih terang.

Pola tersebut berfungsi sebagai kamuflase alami, sehingga anak babi lebih sulit terlihat ketika berada di antara rumput dan vegetasi hutan. Warna tubuh mereka kemudian berubah ketika semakin besar.

5. Betina hidup berkelompok

Babi hutan betina biasanya hidup bersama anak-anaknya dalam kelompok keluarga. Beberapa kelompok keluarga juga dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar.

Sementara itu, babi hutan jantan dewasa umumnya lebih sering hidup sendiri, terutama di luar musim kawin.

6. Babi hutan punya kemampuan berkembang biak yang tinggi

Masa kehamilan babi hutan betina berlangsung hampir empat bulan. Dalam satu kelahiran, seekor betina dapat melahirkan sekitar 4–12 anak dan dalam kondisi tertentu dapat menghasilkan dua kelahiran dalam setahun.

Kemampuan berkembang biak dan beradaptasi inilah yang membuat populasi babi hutan dapat berkembang cukup cepat di lingkungan yang mendukung.

7. Hidungnya punya peran penting

Moncong babi hutan bukan sekadar ciri khas penampilan. Dengan moncongnya yang kuat dan fleksibel, babi hutan dapat mencari makanan di dalam tanah, termasuk akar dan umbi.

Mereka juga sering mengaduk atau menggali permukaan tanah ketika mencari makanan.

8. Babi hutan termasuk hewan yang sangat mudah beradaptasi

Salah satu fakta paling menarik adalah kemampuan adaptasinya. Babi hutan dapat hidup di berbagai lingkungan selama tersedia sumber makanan, air dan tempat berlindung.

Karena kemampuan tersebut, Sus scrofa kini memiliki persebaran yang sangat luas dan di sejumlah wilayah yang bukan habitat aslinya justru dianggap sebagai spesies invasif karena dapat merusak tanaman dan mengganggu ekosistem.

9. Babi hutan merupakan salah satu nenek moyang babi domestik

Babi hutan Eurasia memiliki hubungan sejarah yang sangat dekat dengan babi domestik. Proses domestikasi babi dari nenek moyang liar telah berlangsung sekitar 9.000 tahun lalu di kawasan Eurasia.

Jadi, kalau melihat babi peliharaan dan babi hutan, keduanya memang memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat.

10. Nama kelompoknya cukup unik

Sekelompok babi hutan betina dan anak-anaknya dapat disebut sounder. Biasanya kelompok ini terdiri dari beberapa individu betina beserta anak-anaknya, sementara pejantan dewasa lebih sering menyendiri.

babi hutan bukan sekadar hewan liar yang berkeliaran di hutan. Mereka mempunyai kemampuan berenang, penciuman dan pencarian makanan yang baik, kemampuan beradaptasi tinggi, pola hidup sosial yang menarik, serta strategi alami untuk melindungi anak-anaknya. Kemampuan beradaptasi inilah yang membuat Sus scrofa menjadi salah satu mamalia dengan persebaran yang sangat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....