Fakta Menarik tentang Cacing Kapal

  • 30 Mei 2026 15:40 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Cacing kapal merupakan hewan laut unik yang sering membuat orang salah paham. Walaupun disebut “cacing”, hewan ini sebenarnya termasuk kelompok kerang laut. Bentuk tubuhnya yang panjang membuatnya tampak seperti cacing, tetapi secara ilmiah ia adalah moluska dari famili Teredinidae.

Mengutip sciencealert.com berikut beberapa fakta menarik tentang cacing kapal:

1. Bukan Cacing, Melainkan Kerang

Cacing kapal sebenarnya masih berkerabat dengan tiram dan kerang. Perbedaannya terletak pada bentuk tubuhnya yang memanjang. Cangkangnya sangat kecil dan berada di bagian depan tubuh untuk membantu mengebor kayu.

2. Dapat Menghancurkan Kapal Kayu

Pada zaman dahulu, kapal banyak dibuat dari kayu. Cacing kapal menjadi musuh utama para pelaut karena mampu melubangi badan kapal dari dalam. Dari luar kapal tampak baik-baik saja, tetapi bagian dalamnya bisa sudah rapuh. Karena kemampuan inilah hewan ini disebut “cacing kapal”.

3. Hidup di Dalam Kayu

Cacing kapal membuat terowongan panjang di dalam kayu yang terendam air laut. Mereka tinggal di dalam lubang tersebut sepanjang hidupnya. Lubang itu juga melindungi tubuh lunaknya dari predator.

4. Memakan Kayu dengan Bantuan Bakteri

Kayu sebenarnya sulit dicerna oleh hewan. Namun, cacing kapal memiliki bakteri khusus di dalam tubuhnya yang membantu memecah selulosa menjadi nutrisi. Hubungan ini disebut simbiosis mutualisme. Tanpa bantuan bakteri tersebut, cacing kapal tidak bisa bertahan hidup hanya dengan memakan kayu.

5. Bisa Tumbuh Sangat Panjang

Beberapa spesies cacing kapal dapat tumbuh lebih dari 1 meter. Tubuhnya tipis dan fleksibel sehingga mudah bergerak di dalam kayu yang sempit.

6. Memiliki Peran Penting di Laut

Walaupun dianggap hama oleh manusia, cacing kapal membantu menguraikan kayu mati di laut. Dengan begitu, unsur hara dari kayu dapat kembali ke ekosistem dan dimanfaatkan organisme lain.

7. Menjadi Inspirasi Penelitian Ilmiah

Ilmuwan mempelajari bakteri dalam tubuh cacing kapal untuk mengembangkan teknologi pengolahan limbah kayu dan energi hayati. Kemampuan mereka mencerna kayu dianggap sangat berguna dalam bidang bioteknologi.

8. Hidup di Perairan Tropis dan Subtropis

Cacing kapal banyak ditemukan di laut hangat, terutama di daerah pelabuhan, hutan mangrove, dan pesisir. Mereka menyukai kayu yang terus terendam air asin atau payau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....