Kemarau Panjang, Warga Fakfak Andalkan Sungai Air Besar

  • 29 Sep 2026 14:11 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mulai semakin dirasakan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga kembali mendatangi Sungai Air Besar (Arbes) di Kampung Air Besar, Distrik Fakfak Tengah. Sungai ini menjadi salah satu lokasi yang diandalkan warga ketika persediaan air di rumah mulai menipis atau bahkan habis.

Warga yang datang tidak hanya berasal dari sekitar lokasi sungai, tetapi juga menempuh perjalanan dari pusat kota Fakfak. Mereka membawa pakaian untuk dicuci, jeriken, hingga kendaraan yang digunakan mengangkut air untuk dibawa pulang ke rumah.

Salah seorang warga, Nur, mengatakan dirinya terpaksa mencuci pakaian di Sungai Air Besar karena persediaan air di rumah telah habis. Kondisi tersebut membuat dirinya bersama warga lainnya harus kembali memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Iyo (iya), kami sudah pulang balik ini mencuci pakaian. Di rumah ada bak, tapi air juga sudah kosong. Belum-belum hujan, jadi mau bagaimana," ujar Nur.

Menurut Nur, minimnya hujan telah berlangsung cukup lama. Hujan yang turun belakangan ini, kata dia, hanya berupa gerimis sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat maupun mengisi kembali persediaan air di rumah. Ia berharap musim kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun dengan intensitas yang cukup.

"Air turun dari langit paling menetes rintik-rintik saja. Jadi bagaimana mau tadah air. Kitong di rumah su kering, jadi mau tidak mau ya mencuci di Arbes sini," ungkapnya.

Selain untuk mencuci dan mandi, Sungai Air Besar juga dimanfaatkan warga untuk mengambil air menggunakan jeriken maupun kendaraan. Bahkan, sejumlah warga terlihat menggunakan truk untuk mengangkut air ke rumah masing-masing. Nur menyebut kondisi kekurangan air seperti ini bukan pertama kali terjadi di Fakfak. "Pokoknya Arbes ini sudah kitong pu harapan. Dari tahun ke tahun kalau air susah pasti kita ke sini. Fakfak ini, kita hidup di sini bukan baru kali ini susah air, tetapi sudah sering begini," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....