OJK Buka Peluang Penguatan Pembiayaan Komoditas Pala Tomandin Fakfak
- 24 Sep 2026 21:12 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya mendorong penguatan ekosistem usaha dan pembiayaan komoditas Pala Tomandin Fakfak melalui Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, sektor jasa keuangan dan pemangku kepentingan terkait.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pengembangan pala sebagai salah satu sektor basis ekonomi masyarakat Fakfak. Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, menekankan pentingnya ekosistem yang dapat menghubungkan kebutuhan petani dan pelaku usaha dengan dukungan sektor jasa keuangan.
“Petani pala dan pelaku usaha membutuhkan dukungan dalam sebuah ekosistem. Ketika ekosistemnya terbentuk dengan baik, maka akses terhadap pembiayaan, pengembangan usaha, peningkatan kapasitas dan perluasan pasar dapat berjalan secara lebih terintegrasi,” ujar Budi.
Menurut Budi, pengembangan Pala Tomandin tidak cukup hanya melihat aspek produksi. Pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, pengolahan, pemasaran dan keberlanjutan usaha petani serta UMKM juga perlu diperkuat agar komoditas tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Dalam FGD tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., turut memberikan pemaparan secara daring mengenai potensi, keunggulan komparatif dan kompetitif serta arah pengembangan Pala Tomandin Fakfak.
Widhi menjelaskan, pengembangan Pala Tomandin merupakan bagian dari arah pembangunan daerah dalam RPJMD Kabupaten Fakfak 2025–2029. Menurutnya, komoditas tersebut memiliki posisi strategis karena basis perkebunan pala berada di tengah masyarakat dan berkaitan erat dengan kehidupan ekonomi serta kearifan lokal.
“Pala Tomandin bukan sekadar komoditas perkebunan. Pala merupakan bagian dari fondasi kekuatan ekonomi masyarakat Fakfak, sekaligus bagian dari identitas dan warisan budaya yang telah berkembang secara turun-temurun,” kata Widhi.
Ia menyebut keunggulan Pala Tomandin bersumber dari karakteristik alam, lingkungan tumbuh, sejarah dan kearifan lokal masyarakat Fakfak. Keunggulan tersebut perlu diperkuat menjadi daya saing melalui peningkatan produktivitas, mutu, standardisasi, kelembagaan, teknologi, hilirisasi, pembiayaan dan akses pasar. Pala Tomandin Fakfak juga telah tercatat sebagai produk Indikasi Geografis.
Widhi menambahkan, pengembangan komoditas tetap harus memperhatikan nilai budaya masyarakat, termasuk Meri Totora dan Sasi Kerakera. Dinas Perkebunan juga mendorong peningkatan luas dan produktivitas melalui Gerakan Tanam Kebun Fakfak atau GERTAK Fakfak yang mencakup ekstensifikasi, rehabilitasi dan intensifikasi perkebunan pala.
Di sisi hilirisasi, peluang peningkatan nilai tambah Pala Tomandin dinilai masih terbuka luas. Selain biji dan fuli, daging buah pala dapat dikembangkan menjadi minuman, makanan olahan, sirup, manisan, lemak pala, minyak atsiri, kosmetik dan berbagai produk turunan lainnya.
“Nilai tambah terbesar masih terbuka. Kita harus mengubah pola pikir dari sekadar menjual bahan baku menjadi membangun nilai tambah. Daging buah pala yang selama ini belum optimal dimanfaatkan harus didorong menjadi produk ekonomi baru melalui inovasi, UMKM, rumah produksi, pembiayaan dan akses pasar,” ujar Widhi.
Ia berharap FGD bersama OJK dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, UMKM, lembaga riset dan industri jasa keuangan dalam membangun ekosistem Pala Tomandin dari hulu hingga hilir. Dukungan pembiayaan diharapkan dapat disesuaikan dengan karakteristik usaha perkebunan, sehingga produktivitas, hilirisasi dan perluasan pasar dapat terus berkembang serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....