Kualitas Udara Fakfak Diprediksi Tidak Sehat hingga 21 September
- 18 Sep 2026 20:31 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kualitas udara di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, diprediksi berada pada kategori tidak sehat selama tiga hari ke depan, 19 hingga 21 September 2026.
Prediksi tersebut berdasarkan hasil pengolahan data kualitas udara yang disampaikan untuk wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Parameter yang digunakan adalah konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di udara ambien.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron atau mikrometer. Partikel tersebut menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara karena ukurannya yang sangat kecil.
Dalam informasi tersebut, Nilai Ambang Batas (NAB) PM2.5 selama 24 jam ditetapkan sebesar 55 mikrogram per meter kubik (µg/m3). Kategori kualitas udara kemudian dibedakan berdasarkan konsentrasi PM2.5 yang terukur atau diprediksi.
Untuk Sabtu, 19 September 2026, Fakfak diprediksi berada pada kategori tidak sehat, dengan rentang konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5 hingga 150,4 µg/m3. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Kaimana, Maybrat dan Teluk Wondama.
Pada Minggu, 20 September 2026, kategori kualitas udara di Fakfak masih diprediksi tidak sehat. Wilayah lain yang berada pada kategori sama yakni Kaimana, Maybrat dan Teluk Wondama.
Sementara itu, pada Senin, 21 September 2026, Fakfak kembali diprediksi berada dalam kategori tidak sehat, dengan rentang konsentrasi PM2.5 55,5 hingga 150,4 µg/m3.
Pada periode yang sama, sejumlah wilayah diprediksi memiliki kualitas udara sedang, sementara beberapa daerah lainnya berada pada kategori baik. Namun, Sorong Selatan dan Teluk Bintuni diprediksi mengalami kondisi sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 150,5 hingga 250,4 µg/m3 pada ketiga hari tersebut.
Informasi prediksi kualitas udara ini mencakup wilayah kabupaten dan kota di Papua Barat serta Papua Barat Daya. Data tersebut menjadi salah satu informasi yang dapat diperhatikan masyarakat dalam menyikapi kondisi lingkungan dan kualitas udara selama periode 19 hingga 21 September 2026.
Masyarakat, khususnya di wilayah yang masuk kategori tidak sehat, diharapkan memperhatikan perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kualitas udara memburuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....