Udara Fakfak Diprediksi Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
- 17 Sep 2026 17:51 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kualitas udara Kabupaten Fakfak, Papua Barat, diprediksi berada pada kategori sangat tidak sehat selama tiga hari, 18 hingga 20 September 2026. Prediksi tersebut berdasarkan hasil pengolahan data konsentrasi partikulat PM2.5 oleh Stasiun PAG Sorong.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron atau mikrometer. Nilai Ambang Batas (NAB) PM2.5 selama 24 jam ditetapkan sebesar 55 mikrogram per meter kubik.
Pada 18 September 2026, konsentrasi PM2.5 di Fakfak diprediksi berada pada kategori sangat tidak sehat dengan rentang 150,5 hingga 250,4 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut pada 19 September. Fakfak kembali masuk kategori sangat tidak sehat, bersama sejumlah wilayah lain yang mengalami kualitas udara pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Sementara itu, pada 20 September, Fakfak masih diprediksi berada dalam kategori sangat tidak sehat. Maybrat juga masuk kategori yang sama, sedangkan Sorong Selatan dan Teluk Bintuni diprediksi berada pada kategori berbahaya.
Pada 18 dan 19 September, wilayah yang diprediksi berada pada kategori tidak sehat yakni Kaimana, Maybrat dan Teluk Wondama. Adapun Kota Sorong, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Sorong dan Tambrauw berada pada kategori sedang.
Memasuki 20 September, Pegunungan Arfak dan Tambrauw diprediksi mengalami kualitas udara kategori baik. Sementara Kota Sorong, Manokwari, Manokwari Selatan, Raja Ampat dan Sorong berada pada kategori sedang.
Prediksi kualitas udara tersebut menjadi perhatian karena konsentrasi PM2.5 yang tinggi dapat meningkatkan paparan partikulat di udara. Masyarakat, khususnya kelompok yang rentan terhadap polusi udara, perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara di wilayah masing-masing.
Stasiun PAG Sorong menyampaikan prediksi kualitas udara tersebut untuk wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Masyarakat di wilayah yang mengalami kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara dan mengurangi paparan udara luar ketika kondisi memburuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....