Warga Fakfak Diminta Waspadai Dampak Cuaca Berangin
- 16 Sep 2026 13:44 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Siboru Fakfak memprediksi kondisi cuaca berangin di wilayah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, masih akan berlangsung hingga Kamis, 17 September 2026.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi udara, menyusul adanya peningkatan kecepatan angin yang berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Siboru. Sebelumnya, kondisi angin kencang juga telah menyebabkan sejumlah penerbangan menuju Bandara Siboru mengalami penundaan.
BMKG menjelaskan, berdasarkan analisis data angin lapisan 3.000 kaki pada Senin, 14 September 2026, terdapat pusat sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua. Sistem tersebut kemudian membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Samudra Hindia utara Aceh, pesisir selatan Filipina, Laut Filipina, hingga Samudra Pasifik utara Papua.
“Hal tersebut menyebabkan Kabupaten Fakfak masuk dalam wilayah shear atau belokan angin,” jelas BMKG Stasiun Meteorologi Siboru Fakfak.
Fenomena tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi angin di Fakfak, dengan kecepatan angin dapat mencapai 25 knot. Kondisi ini semakin diperkuat karakteristik geografis Fakfak yang memiliki wilayah pegunungan dan lembah serta berbatasan langsung dengan laut.
BMKG menyebut kombinasi angin gunung, angin lembah, angin laut, dan angin darat menyebabkan hembusan angin di wilayah Fakfak terasa lebih kuat. Kondisi serupa juga berpengaruh terhadap Bandara Siboru di Distrik Wartutin yang berada di kawasan berbatasan langsung dengan laut.
“Bandara Siboru yang berada di Distrik Wartutin, berbatasan langsung dengan laut, juga sangat dipengaruhi angin lokal dari darat, laut, dan lembah,” ungkapnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau perkembangan cuaca melalui laman resmi BMKG, aplikasi Info BMKG maupun akun media sosial @infobmkg. Masyarakat juga diminta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, serta meningkatkan kewaspadaan bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Siboru hingga kondisi angin kembali normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....