Aktif Berorganisasi, Pelajar Don Bosco Fakfak Makin Percaya Diri
- 10 Sep 2026 14:23 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Prestasi akademik maupun nonakademik bukan satu-satunya cara pelajar mengembangkan diri. Bagi Cello Jeremi Rumere, Martha Angelycha Mofu dan Violeta Rosalina Sata dari SMA YPPK St. Don Bosco Fakfak, pengalaman berorganisasi dan mengikuti berbagai kegiatan justru memberikan pelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
Cello aktif dalam Forum Anak, baik di Kabupaten Fakfak maupun tingkat Provinsi Papua Barat. Ia juga pernah mengikuti kegiatan GARUDA 2025 sebagai perwakilan Papua Barat di Jakarta. Menurutnya, keikutsertaan dalam organisasi membuat wawasan dan relasinya semakin luas.
“Saya sebenarnya introvert. Tapi setelah ikut organisasi, saya menjadi lebih percaya diri. Relasi dan wawasan juga semakin luas, pengalaman semakin banyak,” tutur Cello.
Keputusan untuk aktif berorganisasi bermula dari keinginannya mencari kegiatan positif setelah menyelesaikan tugas sekolah. Dari sana, ia mengenal Forum Anak Daerah dan kemudian mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam kepengurusan.
Pengalaman serupa dirasakan Martha yang aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk Pertikawan tingkat nasional di Cibubur, kegiatan seni dan kepanitiaan. Ia mengatakan pengalaman tersebut membuat dirinya lebih percaya diri, terutama ketika harus bertemu dengan orang-orang baru dan menjalankan tanggung jawab dalam sebuah kegiatan.
Sementara Violeta tidak hanya aktif di bidang seni melalui Sanggar Tomandin Fakfak, tetapi juga dipercaya menjadi Ketua OSIS SMA YPPK St. Don Bosco Fakfak. Ia menilai pengalaman mengikuti kegiatan dan berorganisasi membuat lingkaran pertemanannya semakin luas sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya.
“Guru sangat membantu. Dari yang awalnya kami tidak mengerti, akhirnya bisa lebih memahami. Orang tua juga selalu memberikan doa dan dukungan,” kata Violeta.
Meski aktif di berbagai kegiatan, ketiganya menyadari pentingnya mengatur waktu. Cello menerapkan prinsip yang diajarkan orang tuanya untuk memberikan waktu sesuai kebutuhan, kapan belajar, bekerja, makan dan beristirahat.
Pengalaman mereka menunjukkan bahwa organisasi dan kegiatan di luar kelas tidak harus menjadi penghalang bagi pendidikan. Jika mampu mengatur waktu dengan baik, berbagai aktivitas justru dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk membangun karakter, kepemimpinan dan kepercayaan diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....