Alumni SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak Apresiasi Jasa Para Guru
- 22 Mei 2026 22:00 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Uskup Keuskupan Timika, Bernardus Bofitwos Baru mengajak para guru menjadikan pendidikan sebagai panggilan pelayanan dan pengabdian bagi sesama, khususnya dalam membentuk generasi muda Papua.
Ajakan itu disampaikan saat memimpin misa harian di Gereja Katolik Santo Yosep Fakfak, Jumat 22 Mei 2026 sore. Misa dipandu siswa-siswi SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak dan berlangsung penuh suasana kekeluargaan.
Dalam homilinya, sebagai alumni Mgr. Bernardus mengenang masa pendidikannya di Fakfak saat menempuh pendidikan di SMP YPPK Santo Don Bosco pada 1984. Ia menyebut para guru yang mendidiknya dahulu memiliki semangat pengabdian tinggi dan menjadi teladan dalam kehidupan.
“Guru-guru kami dahulu adalah gembala sejati. Mereka mendidik dengan cinta, pengorbanan, dan komitmen. Kami bisa menjadi seperti sekarang ini karena dibentuk oleh mereka,” katanya.
Uskup kelahiran Maybrat, Papua Barat Daya itu juga mengenang sejumlah guru yang pernah membimbingnya, seperti Ibu Meri, Pak Kilmas, Pak Horok, hingga Pak Ndandarmana yang dikenal sederhana namun penuh perhatian kepada murid-murid Papua.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, iman, disiplin, dan rasa kasih terhadap sesama. Karena itu, tugas guru dinilai memiliki makna perutusan yang mulia.
“Sesungguhnya murid-murid lebih mengingat cara guru mendidik daripada isi pelajaran itu sendiri. Ilmu bisa terlupakan, tetapi kasih, perhatian, dan teladan guru akan tinggal dalam hati sepanjang hidup,” ujarnya.
Mgr. Bernardus juga menyoroti tantangan pendidikan di Papua saat ini, terutama menurunnya semangat pengabdian sebagian tenaga pendidik di daerah pedalaman. Ia mengaku prihatin karena masih ada guru yang belum menjalankan tugas sebagai panggilan pelayanan.
Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan para guru terdahulu yang rela meninggalkan kampung halaman untuk mengabdi di wilayah terpencil Papua demi mencerdaskan anak-anak di pedalaman.
“Banyak guru dari Fakfak datang mengabdi di pedalaman Maybrat. Mereka mencintai tugas perutusan mereka dan rela berkorban demi pelayanan,” ucapnya.
Selain guru, ia menilai semangat penggembalaan dan pelayanan juga harus dimiliki semua pihak, mulai dari orang tua, pastor, hingga pemerintah, terutama dalam memperhatikan masyarakat kecil dan mereka yang mengalami kesulitan hidup.
Menutup homilinya, Mgr. Bernardus mengajak generasi muda untuk melihat profesi guru sebagai panggilan hidup yang mulia, bukan sekadar pekerjaan untuk memperoleh penghasilan.
“Kita berdoa semoga Tuhan membangkitkan anak-anak muda yang sungguh terpanggil menjadi guru, bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi menjalankan perutusan,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....