Dandim 1803/Fakfak: Tradisi Maulid Turunan Harus Terus Dilestarikan

  • 06 Sep 2026 11:54 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah menjadi momentum bagi Keluarga Besar Arguni untuk memperkuat keimanan sekaligus menjaga tali silaturahmi dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung KONI Kabupaten Fakfak, Sabtu 5 September 2026, tersebut dihadiri ratusan warga Keluarga Besar Arguni. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Komandan Kodim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., Ketua Persit KCK Cabang XIV Ibu Bia Wahlin, Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak Nurwidayati Samaun Dahlan serta Raja Arguni Hanafi Pauspaus.

Peringatan Maulid berlangsung dalam suasana khidmat dengan rangkaian pembacaan Barzanji dan shalawat. Lantunan rebana dan tifa hadrah turut mengiringi jalannya kegiatan yang sarat dengan nuansa keagamaan dan kebersamaan.

Potret Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung KONI Fakfak.

Kehadiran Dandim 1803/Fakfak menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat sekaligus momentum untuk membangun kedekatan dengan Keluarga Besar Arguni.

Letkol Inf Wahlin Rahman mengatakan, Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna penting bagi umat Islam karena menjadi momentum untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid ini tentunya menjadi momentum bagi kita untuk mempertebal keimanan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk bersilaturahmi bersama Keluarga Besar Arguni,” ujar Wahlin.

Ia menilai kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan perlu terus dipelihara. Menurutnya, silaturahmi menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat di Kabupaten Fakfak.

Di sisi lain, peringatan Maulid Nabi di Fakfak memiliki kekhasan tersendiri melalui tradisi Maulid Turunan. Tradisi tersebut masih dipertahankan masyarakat sebagai bagian dari perpaduan nilai agama dan budaya lokal.

Bagi Keluarga Besar Arguni, Maulid Turunan merupakan bagian dari Mumwa Afoit Diker Eter. Pelaksanaan tahun ini melibatkan lima marga, yaitu Ombesapu Rume, Saiyof Rume, Rumosan Rume, Turua Rume dan Karor Rume.

“Tradisi yang baik seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena selain mengandung nilai keagamaan, ada nilai persaudaraan, kebersamaan dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Fakfak,” katanya.

Rangkaian Maulid Turunan Keluarga Besar Arguni ditutup dengan doa bersama. Kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan kekeluargaan serta menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan dan budaya masyarakat Arguni di Kabupaten Fakfak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....