PORSENI Jadi Ruang Mahasiswa Polinef Kembangkan Bakat
- 08 Sep 2026 06:37 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – PORSENI XV Politeknik se-Indonesia di Medan tidak hanya menjadi ajang mengejar medali bagi mahasiswa Politeknik Negeri Fakfak (Polinef). Kompetisi tersebut juga menjadi ruang untuk menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus mengembangkan bakat mahasiswa di bidang olahraga dan seni.
Hal itu dirasakan Muhlis Ramadani, Wahyudin Rumain, dan Lindung Pakpahan yang menjadi bagian dari kontingen Polinef. Ketiganya berhasil menunjukkan kemampuan masing-masing di tingkat nasional, setelah sebelumnya melewati proses seleksi dan persiapan di tingkat kampus.
Bagi Lindung, pengalaman mengikuti kompetisi nasional membuatnya semakin yakin bahwa bakat tidak seharusnya disimpan. Ia menilai mahasiswa perlu berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki, meski pada awalnya masih ada rasa ragu ketika harus berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah.
“Kalau punya bakat jangan dipendam, harus dikembangkan. Saya tanamkan dalam diri harus percaya diri dan tidak boleh malu. Kita punya bakat yang diberikan Tuhan,” ujar Lindung.
Pesan serupa disampaikan Muhlis. Menurutnya, mahasiswa yang memiliki kemampuan tertentu tidak perlu takut keluar dari zona nyaman. Proses mengikuti kompetisi justru dapat menjadi pengalaman untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mewujudkan harapan orang tua.
“Jangan malu keluar dari zona nyaman. Setiap langkah adalah impian orang tua. Jangan putus asa atau pesimis karena semua butuh proses,” kata Muhlis.
Pengalaman di Medan juga memperlihatkan bahwa prestasi membutuhkan persiapan dan dukungan. Muhlis, misalnya, menjalani latihan secara rutin sejak beberapa bulan sebelum keberangkatan, sementara Lindung mendapat masukan dari dosen dan pelatih selama mempersiapkan penampilannya.
Bagi ketiganya, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus berkembang setelah kembali ke Fakfak. Muhlis menargetkan dapat mengasah kemampuan untuk mengikuti MTQ, Wahyudin ingin melanjutkan prestasi di tingkat nasional, sedangkan Lindung berkomitmen terus meningkatkan kemampuan bernyanyinya.
Kisah tersebut menjadi bagian dari semangat Indonesia Cerdas bertema “Dari Porseni untuk Prestasi dan Pengembangan Diri” di Pro 1 RRI Fakfak. PORSENI pada akhirnya tidak hanya tentang siapa yang berdiri di podium, tetapi juga tentang keberanian mahasiswa menemukan potensi, mengasah kemampuan, dan percaya pada dirinya sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....