Bantuan Mesin Parut, Pengolahan Sagu di Kayauni Makin Efisien
- 31 Agt 2026 18:11 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus mendorong penguatan pangan lokal sekaligus meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan satu set mesin parut sagu kepada Kelompok Henggi Sagu di Distrik Kayauni yang dipimpin Yosepus Iba. Bantuan ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas komitmen pemerintah yang sebelumnya telah disampaikan kepada kelompok.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang aktif mempertahankan dan mengembangkan sagu sebagai sumber pangan lokal.
| Baca juga: Fakta Menarik tentang Cacing Kapal |
“Kami ingin bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Apa yang sudah kami sampaikan kepada kelompok, kami berusaha untuk tepati. Karena itu, hari ini kami menyerahkan satu set mesin parut sagu kepada Kelompok Henggi Sagu di Kayauni.” ujar Widhi.
Menurut Widhi, sagu tidak hanya memiliki nilai sebagai pangan dan bagian dari budaya masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi sumber ekonomi apabila dikelola dengan baik dan didukung peralatan yang memadai.
Dijelaskan Widhi, selama ini proses pengolahan sagu masih banyak dilakukan secara manual sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup besar. Dengan adanya mesin parut, proses produksi diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien sehingga kapasitas produksi kelompok dapat meningkat.
“Dengan adanya mesin ini, kami berharap pekerjaan masyarakat menjadi lebih ringan, proses produksi lebih cepat, dan kapasitas produksi sagu kelompok dapat meningkat. Yang paling penting, alat ini jangan hanya menjadi bantuan, tetapi harus benar-benar dimanfaatkan dan dirawat.” jelasnya.
Ia berharap mesin tersebut dapat dimanfaatkan bersama oleh Kelompok Henggi Sagu maupun kelompok masyarakat lain di sekitarnya, sehingga sagu tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi yang memberikan nilai tambah.
Dinas Perkebunan juga meminta kelompok penerima menjaga dan merawat mesin secara berkala serta mengelolanya secara bertanggung jawab agar bantuan tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Pemerintah hadir memberikan dukungan, tetapi keberlanjutannya sangat tergantung pada bagaimana kelompok mengelola, menggunakan, dan merawat bantuan tersebut. Kalau dikelola dengan baik, saya yakin mesin ini bisa memberikan dampak yang lebih besar bagi peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat.” tambah Widhi Asmoro Jati.
Penyerahan mesin parut sagu ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Pemerintah berharap dukungan teknologi tepat guna tersebut mampu memperkuat produksi sagu di Kayauni sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....