Ini Solusi Tembakau Negeri Fakfak Bertahan di tengah Musim Kemarau
- 29 Agt 2026 12:12 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Musim kemarau dengan suhu panas yang cukup ekstrem tidak menyurutkan upaya Bapak Derek Merauga dan Mama Eva Hegemur mempertahankan budidaya tembakau negeri di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Untuk menjaga tanaman, khususnya yang masih muda, Derek memanfaatkan pelepah pisang yang tersedia di sekitar kebun sebagai pelindung tanaman tembakau.
“Pelepah pisang ini kami gunakan untuk melindungi tanaman muda dari panas. Selain itu, kami tetap melakukan penyiraman secara rutin supaya tanah tidak terlalu cepat kering dan tanaman bisa bertahan.” ujar Derek.
Pelepah pisang diletakkan di sekitar tanaman untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari ke permukaan tanah. Cara sederhana tersebut juga membantu mempertahankan kelembapan dan mengurangi penguapan air.
Menurut Derek, perawatan tembakau selama musim kemarau membutuhkan ketekunan. Tanaman harus terus dipantau dan mendapatkan air yang cukup agar dapat tumbuh hingga masa panen.
Upaya tersebut menjadi penting karena tembakau negeri dan sirih saat ini memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi dengan harga yang relatif baik. Kondisi ini dinilai menjadi peluang ekonomi yang perlu dimanfaatkan petani.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengapresiasi upaya Derek dan Mama Eva yang tetap mempertahankan tanaman tembakau di tengah kondisi kemarau.
“Saat ini tembakau dan sirih memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi dan harganya juga cukup baik. Karena itu, tanaman ini harus kita pertahankan agar tetap tumbuh dan bisa dipanen.” jelas Widhi.
Widhi mengatakan, pemanfaatan pelepah pisang merupakan bentuk kearifan lokal yang patut diapresiasi. Cara tersebut juga dapat menjadi contoh bagi petani pekebun lainnya dalam menghadapi kondisi lingkungan yang semakin tidak menentu.
Ia menilai kearifan lokal tidak harus ditinggalkan seiring perkembangan teknologi. Pengetahuan yang diwariskan para pendahulu dapat dipadukan dengan teknik budidaya yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan petani menghadapi perubahan cuaca.
Widhi mengimbau petani agar tidak mudah meninggalkan tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi dan sosial. Menurutnya, peluang pasar yang terbuka harus diikuti dengan upaya menjaga tanaman tetap produktif.
Bagi masyarakat Fakfak, tembakau negeri bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kehidupan sosial, kebutuhan masyarakat, dan prosesi adat. Karena itu, menjaga tanaman hingga masa panen sekaligus menjadi bagian dari mempertahankan kearifan lokal masyarakat Fakfak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....