Fakfak Dorong Budaya Baca Melalui Koleksi Relevan
- 16 Sep 2026 16:09 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Fakfak mendorong peningkatan budaya baca melalui penyediaan koleksi yang sesuai kebutuhan siswa. Upaya tersebut dilakukan dalam kegiatan perpustakaan keliling yang berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Fakfak dan LPP RRI Fakfak.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Fakfak, Waliani Woretma, S.Sos., M.M., mengatakan relevansi buku menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan perpustakaan keliling. Sebelum kegiatan berlangsung, dinas melakukan pendataan koleksi perpustakaan sekolah melalui kuesioner.
Pendataan tersebut menjadi bagian dari pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat atau IPLM. Dari hasil pendataan, diketahui masih banyak sekolah yang memiliki koleksi terbatas, terutama buku-buku nonfiksi.
Waliani mengatakan, keterbatasan jenis bacaan dapat memengaruhi minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan. Siswa berpotensi merasa jenuh apabila koleksi yang tersedia hanya berupa buku pelajaran dan judul yang sama.
“Karena sebagian besar perpustakaan sekolah kurang memiliki buku nonfiksi, maka buku untuk perpustakaan keliling kami siapkan berdasarkan hasil pendataan kebutuhan sekolah,” ujar Waliani dalam wawancara di SMP Negeri 4 Pasir Putih, Distrik Fakfak Tengah, Rabu, 16 September 2026.
Ia menambahkan, buku-buku baru yang dibawa melalui perpustakaan keliling memberikan alternatif bacaan bagi siswa. Koleksi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan memperluas pengetahuan anak-anak di wilayah pinggiran.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga menyiapkan program lanjutan berupa lomba minat baca yang dilaksanakan setiap tahun. Sekolah-sekolah yang menjadi sasaran perpustakaan keliling dapat mengikuti kegiatan tersebut untuk menjaga kesinambungan gerakan literasi.
Waliani menyampaikan, respons siswa terhadap kegiatan perpustakaan keliling cukup tinggi dan melampaui target peserta yang telah ditetapkan. Meski demikian, layanan ini masih terkendala keterbatasan mobil operasional, biaya pemeliharaan, dan kebutuhan kendaraan tambahan untuk menjangkau lebih banyak sekolah.
Ia meminta dukungan pemerintah daerah dan pihak sekolah agar pengembangan literasi dapat berjalan secara berkelanjutan. Selain meningkatkan minat baca, penambahan koleksi buku juga diperlukan untuk memenuhi persyaratan akreditasi perpustakaan sekolah dan mendukung peningkatan indeks literasi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....