Pengering UV Jadi Solusi Penjemuran Fuli di Pinggir Jalan

  • 29 Agt 2026 12:11 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mendorong perubahan pola penanganan pascapanen pala Tomandin dengan menyediakan fasilitas pengering UV bagi petani dan pelaku usaha.

Langkah tersebut sekaligus menjadi solusi terhadap masih ditemukannya aktivitas penjemuran fuli pala di pinggir jalan, trotoar maupun lokasi yang dapat mengganggu kepentingan umum.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan pengeringan di ruang yang lebih terkendali penting untuk menjaga mutu komoditas pala.

Menurutnya, penjemuran di ruang terbuka berpotensi menyebabkan fuli terpapar debu, kotoran, asap kendaraan dan berbagai kontaminasi lainnya.

“Dengan adanya bangunan pengering UV, proses pengeringan fuli dapat dilakukan di dalam ruangan dengan kondisi yang lebih terkendali,” jelas Widhi.

Ia mengatakan kualitas pala tidak hanya ditentukan dari proses budidaya maupun saat buah dipanen. Penanganan setelah panen, termasuk pemisahan, pengeringan, penyimpanan dan pengangkutan, turut menentukan mutu akhir komoditas.

Karena itu, keberadaan pengering UV menjadi salah satu mata rantai penting dalam mendukung Program Strategis Pala Unggul yang sedang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Fakfak.

Tahun ini, Dinas Perkebunan membangun 22 unit bangunan pengering UV. Sebanyak 20 unit dibangun melalui dukungan anggaran Otsus, masing-masing delapan unit di Kampung Werfra, delapan unit di Kampung Kaburbur dan empat unit di wilayah kota untuk OAP.

Sementara dua unit lainnya dibangun melalui dana DBH untuk mendukung pelaku usaha non-OAP di wilayah kota dengan nilai pembangunan masing-masing Rp9,5 juta.

Widhi berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan pengeringan fuli, sehingga aktivitas penjemuran tidak lagi menggunakan trotoar, bahu jalan maupun tempat yang mengganggu kepentingan umum.

“Kami berharap tidak lagi menjemur fuli di luar bangunan, terutama di pinggir jalan atau tempat yang mengganggu kepentingan umum,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pembeli dan pelaku usaha pala untuk turut bertanggung jawab menyediakan fasilitas pendukung kegiatan usahanya.

Menurut Widhi, pemerintah masih akan menambah fasilitas pengering secara bertahap karena belum seluruh permintaan masyarakat dapat dipenuhi.

“Permintaan masyarakat cukup banyak, sementara kemampuan anggaran pemerintah masih terbatas. Karena itu, pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan prioritas sesuai SOP,” katanya.

Widhi menegaskan seluruh pihak perlu terlibat menjaga mutu pala Tomandin, sehingga komoditas unggulan Fakfak tidak hanya memiliki produksi yang baik, tetapi juga kualitas pascapanen yang konsisten dan mampu meningkatkan daya saing di pasar.

“Fasilitas yang sudah dibangun ini harus dimanfaatkan dan dijaga baik. Mari kita gunakan fasilitas yang telah disediakan bersama-sama untuk menjaga mutu dan kualitas pala Fakfak,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....