Tips Menjaga Kesehatan saat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

  • 27 Agt 2026 17:08 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah terdampak. Asap karhutla mengandung berbagai polutan, termasuk partikel halus seperti PM2.5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, paparan asap karhutla dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, memperburuk asma dan penyakit paru, serta meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). WHO juga menyebutkan bahwa asap kebakaran dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, sesak napas, mengi, nyeri dada, hingga memperburuk penyakit jantung dan paru.

1. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Saat kabut asap mulai pekat atau kualitas udara memburuk, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Hindari olahraga atau aktivitas fisik berat di luar ruangan karena aktivitas tersebut membuat tubuh menghirup lebih banyak udara dan partikel polutan.

Jika tidak ada keperluan mendesak, tetaplah berada di dalam ruangan sampai kondisi udara membaik. Kementerian Kesehatan dan WHO sama-sama menganjurkan masyarakat untuk mengurangi paparan asap dengan membatasi aktivitas di luar ruangan.

2. Gunakan Masker yang Tepat

Jika harus keluar rumah ketika udara berasap, gunakan masker yang dapat menyaring partikel halus dengan baik. WHO merekomendasikan masker yang terpasang dengan baik, seperti FFP2 atau N95, ketika seseorang perlu berada di luar ruangan dalam kondisi asap kebakaran.

Masker sebaiknya digunakan dengan benar dan menutupi hidung serta mulut. Namun, masker bukan alasan untuk tetap beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi asap yang sangat buruk. Cara terbaik tetap mengurangi paparan asap.

3. Tutup Pintu dan Jendela

Ketika asap berada di luar rumah, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya polutan ke dalam ruangan. Hindari membuka jendela hanya untuk mendapatkan ventilasi dari udara luar apabila kondisi udara sedang buruk.

Jika tersedia ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik, manfaatkan ruangan tersebut sebagai tempat berlindung dari asap. WHO juga menyarankan masyarakat mencari tempat dengan udara yang lebih bersih ketika kondisi asap berat.

4. Pantau Kualitas Udara dan Informasi Resmi

Masyarakat sebaiknya rutin memantau informasi mengenai kualitas udara, perkembangan karhutla, serta arahan dari pemerintah atau petugas setempat.

Pada Agustus 2026, Kementerian Kesehatan RI kembali mengimbau masyarakat di wilayah terdampak karhutla untuk menggunakan masker ketika kualitas udara memburuk, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta memperhatikan risiko paparan PM2.5.

Jika pemerintah mengeluarkan instruksi evakuasi, ikuti arahan tersebut dan segera menuju lokasi yang telah ditentukan.

5. Perbanyak Minum Air dan Terapkan Pola Hidup Bersih

Menjaga kondisi tubuh tetap baik juga penting selama terjadi kabut asap. Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Hindari pula kebiasaan merokok karena asap rokok dapat menambah beban polusi udara di dalam maupun di luar ruangan.

6. Lindungi Kelompok yang Lebih Rentan

Anak-anak, bayi, ibu hamil, lansia, serta orang yang memiliki penyakit jantung, asma, atau penyakit paru lebih rentan terhadap dampak asap karhutla. Karena itu, kelompok tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus dan sebisa mungkin mengurangi paparan asap.

Pastikan obat rutin bagi orang yang memiliki penyakit tertentu tersedia dan digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

7. Kurangi Sumber Polusi di Dalam Rumah

Ketika kualitas udara luar buruk, jangan sampai udara di dalam rumah semakin tercemar. Hindari merokok di dalam rumah dan kurangi aktivitas yang menghasilkan asap, seperti membakar sampah atau menggunakan alat pembakaran yang menghasilkan banyak asap.

WHO juga menyarankan untuk mengurangi sumber polusi udara di dalam ruangan selama periode kebakaran hutan.

8. Kenali Gejala Akibat Paparan Asap

Paparan asap dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti mata perih dan berair, hidung atau tenggorokan teriritasi, sakit kepala, batuk, mengi, serta sesak napas. Pada kondisi tertentu, asap juga dapat memperburuk penyakit pernapasan dan jantung.

Jangan mengabaikan gejala yang semakin berat. Segera cari pertolongan medis apabila mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, gangguan kesehatan berat, atau gejala lain yang mengkhawatirkan.

Menjaga kesehatan saat terjadi karhutla dapat dilakukan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai ketika harus keluar, menutup pintu dan jendela, memantau kualitas udara, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta mengikuti informasi dan arahan dari pemerintah.

Yang tidak kalah penting adalah memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit jantung atau paru. Dengan mengurangi paparan asap dan segera mendapatkan pertolongan ketika muncul gejala serius, risiko gangguan kesehatan akibat karhutla dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....