Widhi Asmoro Jati: Pala Fakfak Harus Jadi Aset dan Unit Usaha Petani

  • 23 Agt 2026 17:55 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus mendorong pengembangan Pala Unggul sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah sekaligus bagian dari branding pembangunan “Fakfak Membara – Membangun Bersama Rakyat.”

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan, pengembangan pala harus dilakukan secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Tim Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas) di Weri, wilayah rencana transmigrasi lokal Fakfak Timur.

“Pala bagi Fakfak bukan hanya komoditas perkebunan. Pala adalah bagian dari identitas daerah, sumber penghidupan masyarakat sekaligus aset ekonomi yang harus kita bangun secara serius. Karena itu, Pala Unggul kami dorong sebagai salah satu program strategis daerah.”

Menurut Widhi, Program Strategis Daerah Pala Unggul tidak hanya diarahkan pada perluasan tanaman, tetapi mencakup penyediaan benih unggul, penataan kebun, peningkatan produktivitas, penerapan budidaya yang baik, peningkatan mutu serta penguatan kelembagaan petani.

Ia mengatakan, perubahan pola pikir petani menjadi salah satu kunci pengembangan pala. Pekebun harus mulai melihat kebun sebagai aset dan unit usaha yang memiliki perhitungan produktivitas, biaya, kualitas dan pasar.

Pada sektor hulu, pemerintah mendorong peremajaan tanaman, pemeliharaan kebun, penerapan teknologi budidaya serta penguatan sentra-sentra produksi pala.

Sementara pada sektor tengah, perhatian diarahkan pada peningkatan mutu dan penanganan pascapanen, mulai dari proses panen, pemisahan biji dan fuli, pengeringan hingga penyimpanan.

“Kita ingin mengubah mindset. Kebun pala harus dipandang sebagai aset dan unit usaha. Petani harus mengetahui produktivitas kebunnya, menjaga kualitas, menghitung biaya, meningkatkan nilai tambah dan mengetahui ke mana produknya dipasarkan.”

Sedangkan pada sektor hilir, pengembangan diarahkan pada pengolahan dan penciptaan berbagai produk turunan pala, sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah.

Widhi menegaskan, kolaborasi dengan Tim Patriot Unhas diperlukan untuk memperkuat pendekatan berbasis riset sekaligus menemukan model pemberdayaan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat dan wilayah Fakfak.

Ia berharap Pala Unggul dapat menjadi investasi ekonomi jangka panjang dan warisan bagi generasi mendatang, dengan kebun yang produktif, petani yang semakin mandiri, produk berkualitas serta industri pala yang tumbuh di Kabupaten Fakfak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....