Rusa dan Kijang, Sekilas Mirip tetapi Ternyata Berbeda
- 18 Agt 2026 12:57 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Rusa dan kijang merupakan dua satwa yang kerap dianggap sebagai hewan yang sama. Keduanya sama-sama memiliki tubuh berkaki empat, hidup di kawasan hutan, dan dikenal memiliki ranggah di bagian kepala. Tidak heran jika masyarakat sering menggunakan istilah rusa dan kijang secara bergantian.
Namun, secara ilmiah, rusa dan kijang memiliki sejumlah perbedaan. Keduanya memang masih berada dalam satu keluarga besar, yaitu Cervidae, tetapi berasal dari kelompok yang berbeda. Kijang yang umum dikenal di Indonesia termasuk genus Muntiacus, sedangkan beberapa jenis rusa Indonesia termasuk genus Rusa atau kelompok rusa lainnya.
Secara taksonomi, rusa dan kijang sama-sama termasuk famili Cervidae. Dengan demikian, anggapan bahwa kijang bukan bagian dari kelompok rusa-rusaan sepenuhnya tidak tepat.
Di Indonesia, nama "kijang" umumnya digunakan untuk anggota genus Muntiacus, seperti kijang muncak (Muntiacus muntjak). Sementara itu, istilah "rusa" digunakan untuk beberapa jenis seperti rusa timor (Rusa timorensis) dan rusa sambar (Rusa unicolor).
Dilansir dari beberapa sumber, salah satunya ADJAR.ID. Pakar Ekologi Satwa Liar IPB University, Dr. Dede Aulia Rahman, menjelaskan bahwa perbedaan antara keduanya dapat dilihat dari karakter morfologi, terutama ukuran tubuh dan bentuk ranggah.
1. Ukuran Tubuh Menjadi Perbedaan yang Mudah Dilihat
Salah satu perbedaan paling mencolok adalah ukuran tubuh.
Rusa umumnya memiliki tubuh lebih besar, sedangkan kijang memiliki tubuh yang relatif lebih kecil dan ramping. Perbedaan ukuran tersebut menjadi salah satu cara paling sederhana untuk membedakan keduanya ketika berada di alam.
| Baca juga: Hewan yang Pandai Bersiul |
Kijang muncak, misalnya, memiliki tinggi bahu sekitar 40–65 sentimeter dan berat dapat mencapai sekitar 35 kilogram. Tubuhnya relatif kecil dengan kaki yang ramping.
Sementara itu, berbagai spesies rusa dapat memiliki ukuran tubuh jauh lebih besar dibandingkan kijang, tergantung jenisnya.
2. Bentuk Ranggahnya Berbeda
Bagian kepala merupakan ciri lain yang dapat digunakan untuk membedakan rusa dan kijang.
Pada rusa jantan, ranggah umumnya dapat berkembang menjadi struktur yang lebih besar dan bercabang. Bentuk ranggah dapat berbeda-beda tergantung spesies dan usia individu.
Sementara itu, kijang jantan memiliki ranggah yang relatif pendek dan sederhana. Pada kijang muncak, ranggah jantan memiliki karakter yang berbeda dari ranggah rusa yang lebih besar dan bercabang.
Perlu diketahui bahwa istilah yang lebih tepat untuk struktur tulang di kepala rusa-rusaan adalah ranggah atau antler, bukan tanduk seperti pada sapi atau kambing.
3. Ranggah Berbeda dengan Tanduk
Kesalahan lain yang cukup umum adalah menyebut ranggah rusa sebagai tanduk.
Secara biologis, ranggah dan tanduk merupakan struktur yang berbeda. Ranggah pada kelompok Cervidae merupakan jaringan tulang yang tumbuh dan dapat tanggal, kemudian tumbuh kembali dalam siklus tertentu.
Sebaliknya, tanduk sejati seperti yang dimiliki sapi dan kambing memiliki inti tulang yang dilapisi keratin dan tidak mengalami siklus tanggal dan tumbuh kembali seperti ranggah rusa.
Karena itu, ketika melihat rusa atau kijang jantan dengan ranggah yang kemudian tanggal dan tumbuh kembali, hal tersebut merupakan bagian dari siklus biologis satwa tersebut.
4. Kijang Memiliki Ciri Khas pada Wajah
Kijang muncak memiliki beberapa karakter fisik yang membuatnya mudah dikenali.
Tubuhnya relatif kecil, dengan rambut pendek dan warna yang umumnya berada dalam variasi cokelat. Bagian punggungnya dapat memiliki warna lebih gelap, sedangkan bagian bawah tubuh cenderung lebih terang.
Kijang juga memiliki wajah yang khas. Pada kijang jantan, ranggah pendek berada di bagian kepala dan terdapat struktur memanjang di area wajah yang membedakannya dari banyak jenis rusa lainnya.
Karakter tersebut membuat kijang terlihat lebih kecil dan memiliki proporsi tubuh yang berbeda ketika dibandingkan dengan rusa berukuran besar.
5. Jenis Rusa di Indonesia Lebih Beragam
Indonesia memiliki beberapa jenis rusa yang dikenal masyarakat. Di antaranya adalah rusa timor, rusa sambar, rusa bawean, dan kijang muncak.
Rusa timor (Rusa timorensis), misalnya, merupakan salah satu jenis rusa yang terdapat di Indonesia dan memiliki status konservasi Vulnerable (Rentan) menurut IUCN berdasarkan sumber yang memuat data tersebut.
Sementara itu, kijang muncak (Muntiacus muntjak) memiliki wilayah persebaran yang luas di Indonesia, antara lain Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Lombok.
6. Keduanya Memiliki Peran dalam Ekosistem
Rusa dan kijang bukan sekadar satwa yang menarik untuk diamati. Keberadaan herbivora tersebut juga menjadi bagian dari keseimbangan ekosistem.
Sebagai pemakan tumbuhan, rusa dan kijang berinteraksi dengan vegetasi di habitatnya. Mereka juga menjadi bagian dari rantai makanan dan dapat menjadi mangsa bagi predator tertentu.
Karena itu, keberadaan populasi rusa dan kijang di habitat alami memiliki kaitan dengan kondisi ekosistem secara keseluruhan.
Dalam klasifikasi biologis, kijang merupakan bagian dari famili Cervidae atau keluarga rusa-rusaan. Namun, dalam penggunaan nama umum di Indonesia, istilah "kijang" biasanya merujuk pada anggota genus Muntiacus, sedangkan beberapa anggota genus Rusa dan kelompok terkait disebut "rusa".
Dengan kata lain, kijang bukan "rusa kecil" dalam pengertian bahwa semua rusa dan kijang adalah satu jenis hewan. Keduanya merupakan kelompok yang berbeda dalam keluarga Cervidae, dengan karakter tubuh, ranggah, dan klasifikasi yang berbeda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....