Fakta Menarik tentang Sepatu Bola, Bukan Sekadar Alas Kaki Pemain di Lapangan

  • 18 Agt 2026 12:58 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Sepatu bola menjadi salah satu perlengkapan penting bagi pesepak bola. Bentuknya terlihat sederhana, tetapi di balik desain sol, pul, bahan, dan bobotnya terdapat teknologi yang dirancang untuk membantu pemain bergerak lebih cepat, menjaga keseimbangan, hingga mendapatkan cengkeraman yang sesuai dengan permukaan lapangan.

Sepatu bola juga bukan sekadar perlengkapan untuk menunjang penampilan. Penelitian menunjukkan bahwa desain sepatu dan karakter pul dapat memengaruhi interaksi antara kaki pemain dengan permukaan lapangan, termasuk tingkat traksi dan potensi beban pada tungkai.

Dilansir dari beberapa sumber, salah satunya PANDIT FOOTBALL INDONESIA. Berikut sejumlah fakta menarik tentang sepatu bola yang mungkin belum banyak diketahui.

1. Pul pada Sepatu Bola Bukan Sekadar untuk Mencegah Tergelincir

Salah satu bagian paling penting dari sepatu bola adalah stud atau pul pada bagian sol. Pul berfungsi meningkatkan traksi atau cengkeraman antara sepatu dan permukaan lapangan.

Traksi sangat penting ketika pemain melakukan sprint, berhenti mendadak, berbelok, atau melakukan perubahan arah. Tanpa cengkeraman yang memadai, kaki lebih mudah tergelincir.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa traksi yang terlalu tinggi juga tidak selalu lebih baik. Cengkeraman berlebihan dapat membuat kaki lebih “terkunci” pada permukaan ketika tubuh berputar atau berubah arah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan beban rotasional pada tungkai.

Artinya, sepatu bola yang baik bukanlah sepatu dengan cengkeraman sebesar-besarnya, melainkan sepatu dengan tingkat traksi yang sesuai dengan kebutuhan pemain dan permukaan lapangan.

2. Bentuk Pul Harus Disesuaikan dengan Lapangan

Tidak semua sepatu bola dibuat untuk jenis lapangan yang sama.

Desain sol dan pul dapat berbeda untuk lapangan rumput alami, rumput sintetis, maupun kondisi permukaan tertentu. Penelitian tahun 2024 yang menguji lima konfigurasi sol sepatu bola menemukan bahwa bentuk dan panjang pul dapat menghasilkan tingkat traksi yang berbeda pada rumput alami dan rumput sintetis.

Karena itu, menggunakan sepatu yang tidak sesuai dengan permukaan lapangan bukan hanya dapat mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat mengubah interaksi kaki dengan lapangan.

3. Sepatu yang Lebih “Menggigit” Lapangan Belum Tentu Lebih Aman

Anggapan bahwa semakin agresif bentuk pul maka semakin bagus ternyata perlu dipertimbangkan kembali.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2025 menganalisis 510 pemain dan 221 kasus cedera di English Premier League musim 2021–2022. Penelitian tersebut menemukan bahwa pemain yang menggunakan pola pul yang dikategorikan very aggressive memiliki odds cedera tungkai bawah lebih tinggi dibandingkan beberapa kategori lainnya.

Temuan tersebut bukan berarti pola pul agresif pasti menyebabkan cedera pada setiap pemain. Namun, penelitian tersebut menunjukkan bahwa desain pul merupakan salah satu faktor yang layak diperhatikan ketika membicarakan risiko cedera.

4. Desain Sepatu Berhubungan dengan Risiko Cedera

Hubungan antara sepatu dan cedera sebenarnya sudah lama menjadi perhatian para peneliti.

Studi prospektif yang diterbitkan dalam The American Journal of Sports Medicine pada 1996 meneliti 3.119 pemain dan membandingkan beberapa desain sepatu. Peneliti menemukan perbedaan pada resistensi torsional antar desain dan melaporkan hubungan antara desain dengan kejadian cedera ACL pada kelompok yang diteliti.

Penelitian yang lebih baru juga terus mengembangkan pemahaman tersebut. Sebuah systematic review yang diterbitkan pada 2026 dan menganalisis 32 penelitian menyimpulkan bahwa desain pul, kekakuan sol, serta kesesuaian sepatu dengan permukaan merupakan faktor biomekanik yang perlu dipertimbangkan dalam kaitannya dengan risiko cedera tungkai bawah.

Dengan demikian, sepatu bola tidak bisa dipandang hanya dari sisi model atau tampilan. Cara sepatu berinteraksi dengan kaki dan lapangan juga memiliki peran penting.

5. Sepatu Bola yang Ringan Tidak Otomatis Membuat Pemain Lebih Cepat

Sepatu ringan sering dipasarkan dengan kesan dapat membantu pemain menjadi lebih cepat. Namun, performa pemain tidak ditentukan oleh berat sepatu saja.

Penelitian mengenai dua jenis sepatu bola dalam simulasi pertandingan selama 90 menit menemukan adanya perbedaan pada kenyamanan kaki dan beberapa indikator performa. Dalam penelitian tersebut, desain sepatu yang menghasilkan tekanan telapak kaki lebih tinggi dikaitkan dengan rasa tidak nyaman pada telapak yang lebih besar pada bagian akhir simulasi.

Temuan ini menunjukkan bahwa kenyamanan juga penting dalam mempertahankan performa, terutama ketika pemain harus beraktivitas dalam waktu lama.

6. Sol Sepatu Berhubungan dengan Cara Pemain Bergerak

Ketika pemain melakukan gerakan seperti sprint, melakukan cutting, atau mengubah arah secara cepat, terjadi interaksi kompleks antara kaki, sepatu, dan permukaan lapangan.

Penelitian biomekanik menunjukkan bahwa karakteristik pul dapat memengaruhi distribusi tekanan pada telapak kaki. Studi yang diterbitkan pada 2025 juga meneliti pengaruh bentuk pul, jenis kelamin, dan kondisi kelelahan terhadap beban telapak kaki ketika melakukan gerakan lateral.

Karena itu, desain sepatu bola pada dasarnya merupakan bagian dari sistem gerak pemain, bukan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....