Lima Fakta Girona, Kota Kuno yang jadi Rebutan Peradaban besar Eropa
- 27 Jul 2026 14:12 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Di bagian utara wilayah Catalonia, Spanyol, berdiri Kota Girona, sebuah kota bersejarah yang sejak zaman kuno memiliki peran penting dalam pertahanan dan jalur perdagangan Eropa, lokasinya yang berada di persimpangan antara Semenanjung Iberia dan kawasan Eropa Tengah. Hal tersebut menjadikan Girona sebagai titik strategis yang berkali-kali diperebutkan oleh berbagai kerajaan dan kekaisaran besar, selama berabad-abad, kota ini berkembang menjadi benteng pertahanan yang kokoh dengan sistem tembok batu berlapis untuk menghadapi ancaman serangan dari berbagai penjuru.
Posisinya yang begitu vital membuat Girona mengalami silih berganti kekuasaan, mulai dari Romawi, Visigoth, hingga bangsa Moor dan Kerajaan Aragon, pergantian pemerintahan tersebut meninggalkan warisan arsitektur dan budaya yang masih terjaga hingga kini. Kawasan kota tua, tembok pertahanan kuno, gang-gang berbatu, serta bangunan bersejarah menjadi saksi perjalanan panjang Girona sebagai salah satu kota benteng terpenting di Spanyol, hingga saat ini, nuansa sejarah masih begitu kental dan dapat dirasakan di hampir setiap sudut kota, menjadikannya destinasi yang memikat bagi pencinta sejarah dan budaya.
Berikut 5 fakta Girona, kota kuno yang jadi rebutan peradaban besar Eropa yang dikutip dari laman msn.com :
1. Bermula sebagai Benteng Strategis pada Masa Romawi
Jauh sebelum berkembang menjadi kota yang ramai, kawasan Girona merupakan wilayah yang dihuni oleh suku Indiketes, masyarakat asli yang mendiami pesisir timur Semenanjung Iberia. Menurut Njoy Costa Brava, sejarah Girona sebagai sebuah kota bermula pada tahun 77 SM ketika Jenderal Romawi Gnaeus Pompeius Magnus membangun sebuah benteng pertahanan di atas kawasan perbukitan. Benteng berbentuk segitiga yang didirikan menggunakan batu pasir tersebut kemudian dikenal dengan nama Gerunda dan menjadi cikal bakal lahirnya Kota Girona. Pembangunan Gerunda bukan tanpa alasan. Benteng ini difungsikan sebagai pos militer penting untuk mengendalikan wilayah selama berlangsungnya Perang Sertorian. Lokasinya yang berada di tempat tinggi memungkinkan pasukan Romawi mengawasi Via Augusta, jalur utama yang menghubungkan Semenanjung Iberia dengan Roma. Hingga kini, sisa-sisa benteng kuno yang dikenal sebagai Força Vella masih dapat ditemukan di kawasan kota tua dan menjadi salah satu peninggalan Romawi yang paling berharga di Girona.
2. Berganti Penguasa antara Khilafah Umayyah dan Kerajaan Frank
Setelah pengaruh Kekaisaran Romawi mulai memudar, Girona memasuki babak baru yang ditandai dengan pergantian kekuasaan secara berulang. Posisinya yang strategis di kawasan perbatasan menjadikan kota ini sebagai sasaran berbagai kekuatan besar yang ingin menguasai jalur penting di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi dari Njoy Costa Brava, Girona sempat berada di bawah pemerintahan bangsa Visigoth sebelum akhirnya dikuasai oleh pasukan Muslim dari Khilafah Umayyah pada tahun 715. Peralihan kekuasaan tersebut berlangsung relatif damai sehingga sebagian besar bangunan dan benteng kota tetap terpelihara. Namun, kekuasaan Umayyah di Girona hanya bertahan sekitar tujuh dekade. Pada tahun 785, para bangsawan setempat yang menolak pemerintahan Muslim menyerahkan kunci kota kepada Charlemagne, penguasa Kerajaan Frank. Peristiwa ini menjadi titik awal bergabungnya Girona ke dalam wilayah pertahanan yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal kawasan Catalunya.
3. Berkali-kali Menjadi Sasaran Serangan Prancis
Memasuki abad ke-17 dan ke-18, Girona kembali memainkan peran penting dalam berbagai konflik militer antara Spanyol dan Prancis. Kedekatannya dengan wilayah perbatasan membuat kota ini berulang kali menjadi sasaran pengepungan dan perebutan kekuasaan. Menurut Britannica, benteng-benteng pertahanan Girona menjadi garis depan dalam sejumlah peperangan yang terjadi di kawasan tersebut. Salah satu peristiwa paling bersejarah terjadi pada tahun 1809 ketika pasukan Napoleon Bonaparte mengepung Girona selama tujuh bulan berturut-turut. Meski terus dihantam artileri berat, para prajurit dan penduduk kota tetap memberikan perlawanan sengit untuk mempertahankan wilayah mereka. Kokohnya tembok pertahanan kuno yang diperkuat oleh benteng Castell de Montjuïc di atas bukit berhasil memperlambat laju pasukan Prancis, sekaligus mengukuhkan Girona sebagai salah satu kota benteng paling tangguh dalam sejarah Spanyol.
| Baca juga: Asal Usul Parfum |
4. Pernah Menjadi Pusat Perkembangan Kabbalah di Eropa
Di balik sejarah panjangnya sebagai kota benteng, Girona juga pernah dikenal sebagai salah satu pusat intelektual Yahudi paling berpengaruh di Eropa. Mengutip Kupi, kawasan permukiman El Call yang berkembang sejak abad ke-12 menjadi tempat lahir dan berkembangnya kajian Kabbalah, yaitu tradisi mistisisme dalam ajaran Yahudi. Gang-gang sempit yang membentuk labirin di kawasan ini dahulu dipenuhi oleh para cendekiawan dan pemikir yang mendalami makna spiritual dari berbagai teks suci. Masa kejayaan tersebut mencapai puncaknya ketika tokoh besar seperti Nahmanides menjadikan Girona sebagai salah satu pusat pembelajaran Kabbalah yang disegani. Namun, perkembangan intelektual itu perlahan berakhir akibat meningkatnya tekanan terhadap komunitas Yahudi pada penghujung abad ke-14. Situasi semakin memburuk setelah Kerajaan Spanyol mengeluarkan dekret pengusiran terhadap masyarakat Yahudi pada tahun 1492. Ironisnya, pengosongan kawasan El Call justru membuat bentuk asli permukiman abad pertengahan tersebut tetap terpelihara hingga kini, sehingga pengunjung masih dapat menikmati suasana historis yang autentik.
5. Memiliki Ruang Tengah Bergaya Gotik Terluas di Dunia
Warisan sejarah Girona juga tercermin melalui kemegahan bangunan-bangunan keagamaannya, terutama Katedral Girona yang menjadi ikon kota. Berdasarkan informasi dari Kupi, pada tahun 1416 para arsitek abad pertengahan mengambil langkah yang sangat berani dengan membangun ruang utama atau nave tanpa deretan kolom penyangga di bagian tengah. Hasilnya adalah sebuah ruang bergaya Gotik Catalan dengan bentang mencapai sekitar 23 meter, sebuah pencapaian teknik konstruksi yang luar biasa pada masanya. Keberhasilan tersebut menjadikan Katedral Girona sebagai pemilik ruang tengah bergaya Gotik terluas di dunia. Kompleks katedral ini dibangun secara bertahap di atas lokasi yang sebelumnya pernah menjadi kuil Romawi dan kemudian berfungsi sebagai masjid pada masa kekuasaan Islam. Menara katedral yang menjulang tinggi kini menjadi salah satu landmark paling terkenal di Girona sekaligus simbol perkembangan seni dan arsitektur Catalonia pada era abad pertengahan. Hingga saat ini, sisa-sisa benteng Romawi, tembok pertahanan, serta bangunan batu kuno masih menghiasi kawasan kota tua Girona. Berbagai upaya pelestarian yang dilakukan pemerintah setempat berhasil menjaga karakter sejarah kota ini tetap utuh meskipun telah melewati perjalanan panjang selama ribuan tahun. Berkat kekayaan warisan budaya dan arsitekturnya, Girona terus dikenal sebagai salah satu kota bersejarah paling penting di wilayah Catalonia, Spanyol, sekaligus menjadi destinasi yang memikat bagi pencinta sejarah dari berbagai penjuru dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....