TP PKK Fakfak Dorong Budaya Pilah Sampah Dimulai dari Keluarga
- 23 Jul 2026 13:45 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Fakfak terus mendorong terbentuknya budaya memilah sampah yang dimulai dari lingkungan keluarga. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Fakfak yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
Komitmen itu disampaikan dalam dialog interaktif Green Radio di RRI Pro 1 Fakfak bertajuk "Kolaborasi untuk Fakfak yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan". Hadir sebagai narasumber Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan, didampingi Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Fakfak, Els Bongga.
Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Fakfak, Els Bongga, mengatakan pihaknya telah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, diantaranya dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP). Bersama sejumlah pemangku kepentingan, akan dibentuk tim kerja dan regulasi sebagai dasar pelaksanaan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Salah satu program yang tengah disiapkan adalah sistem pengelolaan sampah dua jalur (dual track). Melalui program ini, masyarakat akan dibiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah organik akan diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik akan disalurkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi.
"Ke depan kami akan melaksanakan pilot project di distrik-distrik. PKK sangat dekat dengan keluarga, khususnya kaum perempuan, sehingga harapannya sampah bisa selesai dikelola dari tingkat keluarga. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita sendiri," ujar Els Bongga.
Ia menjelaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, TP PKK juga menggandeng para guru agar edukasi tentang pemilahan sampah dapat diterapkan sejak dini di lingkungan sekolah melalui penyediaan tempat sampah terpilah dan pembiasaan perilaku hidup bersih.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan menegaskan bahwa keluarga merupakan penghasil sampah terbesar sehingga perubahan harus dimulai dari rumah tangga. Menurutnya, ibu-ibu PKK memiliki peran strategis untuk menjadi pelopor dalam membangun kebiasaan memilah sampah sebelum dibuang.
"Hampir semua anggota PKK adalah ibu rumah tangga. Mari memberi contoh dengan memilah sampah dari rumah agar tidak lagi tercampur. Kita bertanggung jawab mulai dari diri sendiri, kemudian menularkan kebiasaan baik itu kepada lingkungan sekitar," kata Ny. Nurwidayati.
Ia mengakui mengubah kebiasaan masyarakat tidak dapat dilakukan secara instan. Oleh sebab itu, pemerintah daerah bersama TP PKK akan terus melakukan sosialisasi secara bertahap dan berkolaborasi dengan DLHP untuk menyiapkan sarana pendukung berupa tempat sampah terpilah.
"Di rumah kami sendiri, pemilahan sampah sudah mulai dibiasakan. Dengan kesabaran, semangat, dan kolaborasi semua pihak, kami optimistis budaya pilah sampah dapat tumbuh dan mewujudkan Fakfak yang lebih bersih," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....