Pemkab Fakfak Perkuat Pelestarian Tembakau Negeri sebagai Warisan Leluhur

  • 11 Jul 2026 20:36 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus memperkuat upaya pelestarian Tembakau Negeri atau Mahi Tuni sebagai komoditas khas yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan ekonomi bagi masyarakat adat. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembinaan dan pendampingan kepada kelompok petani tembakau di Kampung Mamur dan kampung-kampung sekitarnya agar budidaya tetap berlangsung secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan Tembakau Negeri bukan sekadar hasil perkebunan, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Fakfak yang telah diwariskan secara turun-temurun. Keberadaannya juga menjadi bagian penting dalam berbagai kegiatan adat, penyambutan tamu, hingga tradisi mengonsumsi sirih, pinang, kapur, dan pandoki sebagai alat hisap tradisional.

"Budidaya Tembakau Negeri di kampung ini hingga hari ini masih dilakukan secara tradisional. Mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, pemanenan hingga pascapanen masih mengikuti pola-pola alamiah yang diwariskan oleh leluhur. Inilah kekuatan dan keunikan Tembakau Negeri Fakfak yang harus terus dipertahankan." ujar Widhi.

Menurut Widhi, pemerintah hadir untuk memperkuat keberlanjutan sistem budidaya tersebut tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang menyertainya. Pendekatan yang dilakukan tetap menghormati pengetahuan lokal masyarakat sebagai bagian dari pelestarian budaya.

"Pengembangan Tembakau Negeri bukan semata-mata bertujuan meningkatkan nilai ekonomi atau komersial, tetapi juga menjaga marwah budaya masyarakat adat. Mahi Tuni bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan warisan leluhur yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang." ungkapnya.

Ia menjelaskan, setiap tahun Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan mengalokasikan program pengembangan Tembakau Negeri dalam bentuk bantuan stimulan kepada kelompok-kelompok tani. Meskipun kemampuan anggaran masih terbatas, bantuan terus diarahkan kepada kelompok tani yang belum pernah menerima program agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata.

"Kami mengajak kelompok tani, masyarakat adat maupun para pekebun yang belum terdata agar menyampaikan informasi kepada Dinas Perkebunan. Kami siap datang ke kampung-kampung, duduk bersama masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, serta menyusun langkah-langkah pengembangan yang sesuai dengan potensi dan kearifan lokal. Harapan kami, Mahi Tuni tetap hadir di setiap negeri di Kabupaten Fakfak sebagai simbol jati diri, marwah budaya, dan warisan leluhur." jelas Widhi.

Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh kampung, dan para petani terus terjalin dalam menjaga keberlanjutan Mahi Tuni.

Sejalan dengan semangat Satu Tungku Tiga Batu dan visi Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat), Tembakau Negeri diharapkan tetap lestari sebagai kekayaan budaya, memperkuat identitas Kabupaten Fakfak, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....