Jangan Sering Menunda Makan, Kenali Penyakit yang Dapat Muncul
- 09 Jul 2026 17:41 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kebiasaan terlambat makan masih sering dianggap sebagai hal sepele, terutama di tengah kesibukan pekerjaan, aktivitas sekolah, maupun rutinitas harian. Padahal, pola makan yang tidak teratur dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh, terutama pada sistem pencernaan dan keseimbangan energi.
Tubuh membutuhkan asupan makanan secara teratur untuk memperoleh energi dan menjaga fungsi organ tetap berjalan optimal. Ketika waktu makan sering ditunda, kadar gula darah dapat menurun sehingga menyebabkan tubuh mudah lemas, sulit berkonsentrasi, pusing, hingga perubahan suasana hati.
Dilansir dari beberapa sumber, salah satunya Farmaku. Salah satu gangguan kesehatan yang sering dikaitkan dengan kebiasaan terlambat makan adalah gangguan asam lambung. Saat seseorang melewatkan waktu makan, lambung tetap memproduksi asam untuk membantu proses pencernaan. Jika tidak ada makanan yang masuk dalam waktu lama, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung dan memicu keluhan seperti nyeri ulu hati, rasa perih di perut, mual, serta sensasi panas di dada.
Selain itu, pola makan yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko terjadinya maag atau dispepsia. Kondisi ini ditandai dengan rasa tidak nyaman pada bagian atas perut, perut kembung, cepat kenyang, dan sering bersendawa. Meski maag dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, kebiasaan melewatkan waktu makan dapat memperburuk gejala pada sebagian orang.
Terlambat makan juga dapat menyebabkan seseorang makan dalam jumlah berlebihan ketika akhirnya mendapatkan kesempatan untuk makan. Kondisi tersebut dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat dan berpotensi mengganggu pengaturan berat badan. Dalam jangka panjang, pola makan yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko masalah metabolisme.
Bagi penderita diabetes atau orang yang memiliki gangguan pengaturan gula darah, melewatkan waktu makan juga perlu diwaspadai. Jarak makan yang terlalu panjang dapat menyebabkan perubahan kadar gula darah yang berisiko menimbulkan rasa lemas, gemetar, atau gangguan kesehatan lainnya.
| Baca juga: Manfaat Air Asam Jawa untuk Kesehatan |
Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk menerapkan jadwal makan yang lebih teratur dengan memperhatikan kebutuhan tubuh. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak sehat, sayur, dan buah dapat membantu menjaga energi serta mendukung kesehatan tubuh.
Jika memiliki aktivitas yang padat, menyiapkan makanan ringan sehat seperti buah, kacang-kacangan, atau camilan bergizi dapat menjadi pilihan untuk mencegah perut kosong terlalu lama. Selain itu, mencukupi kebutuhan air putih juga penting untuk menjaga fungsi tubuh.
Kebiasaan terlambat makan mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan. Dengan mengatur waktu makan dan menerapkan pola hidup sehat, masyarakat dapat menjaga kesehatan pencernaan serta mengurangi risiko munculnya berbagai gangguan akibat pola makan yang tidak teratur.
Menjaga waktu makan bukan hanya soal menghilangkan rasa lapar, tetapi juga merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan tubuh agar tetap sehat dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....