Ris Fandi Yanto Ungkap Pengelolaan Sampah Fakfak Meningkat Pesat
- 02 Jul 2026 16:50 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Pengelola Bank Sampah Fakfak Hijau, Ris Fandi Yanto, mengungkapkan bahwa Bank Sampah Fakfak Hijau telah berhasil mengelola dan mendistribusikan puluhan ton sampah daur ulang sejak resmi berdiri pada 25 September 2025. Dalam kurun waktu sekitar sembilan hingga sepuluh bulan, lembaga tersebut telah mengirimkan empat kontainer sampah ke sejumlah industri pengolahan di Pulau Jawa.
Ris Fandi Yanto menjelaskan, pengiriman sampah pertama dilakukan pada Oktober 2025 dan terus berlanjut hingga saat ini. Selama periode tersebut, total sampah yang berhasil didistribusikan mencapai lebih dari 54 ton dengan berbagai jenis material yang masih memiliki nilai ekonomis.
| Baca juga: Warga Fakfak Diajak Pilah Sampah dari Rumah |
“Bank Sampah Fakfak Hijau terbentuk pada 25 September 2025. Pengiriman mulai Oktober sampai sekarang sudah sekitar sembilan sampai sepuluh bulan. Selama itu kami sudah mendistribusikan sekitar empat kontainer atau lebih dari 54 ton sampah campuran,” ujar Ris Fandi Yanto.
Ia menyebutkan, sampah yang dikumpulkan terdiri atas berbagai jenis, di antaranya buku, kertas, karton, logam, plastik, hingga minyak jelantah. Seluruh material tersebut dipilah sebelum dikirim ke pabrik-pabrik pengolahan di Pulau Jawa untuk dijadikan kembali sebagai bahan baku industri.
Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari penerapan ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang. Dengan demikian, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir juga dapat ditekan.
“Semua kita kembalikan ke industri sebagai bahan baku lagi di pabrik-pabrik di Jawa. Di sana kemudian didaur ulang menjadi berbagai bahan yang bisa dimanfaatkan kembali sesuai kebutuhan industrinya,” katanya.
Ris Fandi Yanto menambahkan, hasil daur ulang setiap jenis sampah memiliki fungsi yang berbeda. Botol plastik misalnya, dapat diolah menjadi serat polyester untuk bahan kain, isi boneka maupun karpet. Sementara karton dan kertas diolah kembali menjadi produk kertas baru, logam dilebur menjadi bahan logam baru, sedangkan minyak jelantah dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar solar industri. Ia berharap semakin banyak masyarakat Fakfak yang ikut memilah dan menyetorkan sampah ke bank sampah sehingga manfaat ekonomi dan lingkungan dapat dirasakan secara lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....