Pemalangan Jalan Kampung Werpigan Dibuka setelah Musyawarah Bersama Warga
- 08 Jun 2026 13:50 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Insiden pemalangan jalan yang terjadi di Kampung Werpigan, Distrik Wartutin, Kabupaten Fakfak, pada Senin (8/6/2026), akhirnya berhasil diselesaikan pada hari yang sama. Pemalangan dibuka setelah dilakukan musyawarah antara warga, pemerintah kampung, dan pihak keamanan.
Kepala Kampung Werpigan, Rusli Patiran, saat dikonfirmasi RRI menjelaskan bahwa proses dialog berlangsung secara baik dan menghasilkan kesepahaman bersama. Ia mengatakan seluruh pihak mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan demi kepentingan masyarakat luas.
Menurut Rusli, salah satu pokok pembahasan dalam musyawarah tersebut berkaitan dengan tuntutan warga mengenai ganti rugi tanaman yang terdampak pembangunan Pustu di wilayah kampung. Persoalan tersebut menjadi dasar warga melakukan aksi pemalangan sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap permintaan masyarakat sesuai kesepakatan yang telah dibicarakan sebelumnya. Dengan demikian, hak-hak warga dapat terpenuhi dan tidak menimbulkan persoalan berkepanjangan.
“Hasil musyawarah tadi kami berharap pemerintah dapat memperhatikan permintaan warga terkait kesepakatan ganti rugi tanaman yang terdampak pembangunan Pustu,” ujar Rusli Patiran.
Sebagai kepala kampung, Rusli mengaku berupaya menjadi penengah antara masyarakat dan pemerintah agar permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Pendekatan dialog dinilai menjadi langkah terbaik untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan setiap persoalan pembangunan.
“Saya berharap hak-hak warga tidak diabaikan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, karena jalan yang dipalang merupakan satu-satunya akses menuju Bandara Siboru dan sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Dengan dibukanya kembali akses jalan tersebut, aktivitas masyarakat dan transportasi menuju Bandara Siboru dapat kembali berjalan normal. Pemerintah kampung berharap hasil musyawarah yang telah dicapai dapat segera ditindaklanjuti demi menjaga ketertiban dan kepentingan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....