Hatchetfish: Ikan Laut dalam Berbentuk Kapak
- 08 Jun 2026 16:48 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Hatchetfish adalah kelompok ikan laut dalam yang terkenal karena bentuk tubuhnya yang pipih dan menyerupai kapak. Ikan ini termasuk dalam famili Sternoptychidae dan hidup di zona mesopelagik hingga batipelagik lautan dunia, biasanya pada kedalaman 200–1.500 meter.
Mengutip laman Britannica, hatchetfish memiliki tubuh yang sangat tipis jika dilihat dari depan, tetapi tampak tinggi dari samping, sehingga menyerupai mata kapak. Ukuran tubuhnya relatif kecil, umumnya berkisar antara 2 hingga 12 sentimeter tergantung spesies.
Beberapa ciri khasnya meliputi:
- Mata besar yang menghadap ke atas untuk mendeteksi mangsa dan predator di perairan gelap.
- Tubuh berwarna perak yang membantu memantulkan cahaya.
- Organ penghasil cahaya (fotofor) di bagian bawah tubuh.
- Mulut kecil dengan gigi tajam untuk menangkap zooplankton dan hewan kecil lainnya.
Hatchetfish ditemukan di berbagai samudra, termasuk Samudra Atlantik, Samudra Pasifik, dan Samudra Hindia. Mereka hidup di lingkungan yang sangat gelap dengan tekanan air tinggi dan suhu rendah.
Pada siang hari, ikan ini biasanya berada di kedalaman yang lebih besar untuk menghindari predator. Pada malam hari, banyak spesies melakukan migrasi vertikal ke lapisan air yang lebih dangkal untuk mencari makanan.
Salah satu kemampuan paling menarik dari hatchetfish adalah bioluminesensi. Fotofor di bagian bawah tubuh menghasilkan cahaya yang digunakan untuk teknik kamuflase yang disebut counterillumination. Dengan memancarkan cahaya yang menyerupai cahaya dari permukaan laut di atasnya, siluet tubuh ikan menjadi lebih sulit terlihat oleh predator yang mengintai dari bawah.
Hatchetfish adalah predator kecil yang memakan zooplankton, krustasea kecil, larva ikan dan organisme laut mikroskopis lainnya. Mata mereka yang besar sangat membantu dalam mendeteksi gerakan mangsa di lingkungan yang minim cahaya.
Meskipun berukuran kecil, hatchetfish memainkan peran penting dalam rantai makanan laut dalam. Mereka menjadi penghubung antara organisme planktonik dan predator yang lebih besar seperti ikan laut dalam, cumi-cumi, dan mamalia laut.
Migrasi vertikal harian yang mereka lakukan juga membantu perpindahan energi dan karbon antara lapisan laut dangkal dan laut dalam, yang berkontribusi pada siklus karbon global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....