Simak Fakta Menarik Burung Cucak Rowo
- 31 Mei 2026 18:44 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Burung Cucak Rowo merupakan salah satu jenis burung kicau asli Indonesia yang memiliki nilai budaya, ekologis, sekaligus ekonomis yang cukup tinggi, nama burung ini semakin dikenal luas oleh masyarakat melalui lagu legendaris “Cucak Rowo” yang dipopulerkan oleh Didi Kempot. Burung ini Bernama latin Pycnonotus zeylanicus atau barau-barau sejenis burung pengicau dari suku Pycnonotidae (merbah) membuat popularitas lagu tersebut tidak hanya membuat nama Cucak Rowo melekat dalam ingatan masyarakat, tetapi juga menjadikannya simbol yang akrab dalam kehidupan sosial dan budaya di Indonesia bahkan sempat viral pada masanya.
Namun dibalik ketenarannya sebagai inspirasi karya seni dan hiburan, keberadaan burung ini di alam liar menghadapi berbagai tantangan yang mengancam kelestariannya, secara lebih khusus, Burung Cucak Rowo merupakan satwa yang banyak diburu karena memiliki suara kicauan yang merdu dan nilai jual yang tinggi di kalangan pecinta burung peliharaan. Tingginya permintaan pasar, ditambah dengan berkurangnya habitat alami akibat alih fungsi lahan dan kerusakan lingkungan, menyebabkan populasi burung ini terus mengalami tekanan di alam.
Kondisi tersebut membuat Cucak Rowo tidak lagi hanya dikenal sebagai tokoh dalam lirik lagu yang populer, melainkan juga sebagai salah satu satwa yang memerlukan perhatian serius dalam upaya konservasi. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga habitat serta mendukung pelestarian satwa liar menjadi langkah penting agar Burung Cucak Rowo tetap dapat ditemukan dan dinikmati oleh generasi mendatang.
Berikut fakta menarik seputar Burung Cucak Rowo yang dikutip dari laman siapdarling.id :
1. Burung Eksotis dengan Kicauan Bernilai Tinggi
Burung Cucak Rowo memiliki nama ilmiah Pycnonotus zeylanicus dan dikenal sebagai salah satu burung kicau paling diminati di Indonesia. Penampilannya yang khas terlihat dari warna jingga pada bagian sekitar telinga yang berpadu dengan paruh hitam yang kokoh dan elegan. Dengan panjang tubuh sekitar 28–29 sentimeter, burung ini memiliki daya tarik tersendiri baik dari segi penampilan maupun karakteristiknya. Di habitat alaminya, Cucak Rowo umumnya hidup di kawasan hutan primer, hutan rawa, serta semak belukar yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan sebagian wilayah Jawa Barat. Daya tarik utama burung ini terletak pada kualitas suaranya yang kuat, lantang, dan merdu. Karakter kicauannya yang khas menjadikan Cucak Rowo sebagai salah satu jenis burung yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar burung kicau. Keistimewaan inilah yang kemudian membuat keberadaannya banyak diburu oleh para penghobi dan kolektor burung.
2. Dari Simbol Prestise hingga Ancaman Kepunahan
Di sejumlah daerah, khususnya di Pulau Jawa, memelihara Cucak Rowo telah lama dianggap sebagai simbol prestise sosial. Burung ini sering diasosiasikan dengan kalangan tertentu karena harganya yang relatif tinggi dan kualitas suaranya yang dianggap istimewa. Seiring meningkatnya popularitas tersebut, permintaan terhadap Cucak Rowo pun terus bertambah dari waktu ke waktu. Namun, tingginya minat masyarakat terhadap burung ini justru berdampak negatif terhadap kelestarian populasinya di alam. Perburuan yang berlangsung secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan perdagangan menyebabkan jumlah Cucak Rowo mengalami penurunan drastis. Akibat tekanan yang berlangsung selama bertahun-tahun, populasi alami Cucak Rowo di Pulau Jawa bahkan telah dinyatakan hilang dari habitat aslinya. Saat ini, keberadaan burung tersebut lebih banyak ditemukan di Sumatra, meskipun jumlahnya juga semakin terbatas dan sulit dijumpai.
3. Berada di Ambang Kepunahan
| Baca juga: Fakta Menarik tentang Kemiri |
Kondisi Cucak Rowo saat ini menjadi perhatian serius dalam dunia konservasi. Berdasarkan kategori yang ditetapkan oleh International Union for Conservation of Nature, spesies ini berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah di alam liar. Status tersebut menunjukkan bahwa spesies ini menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi apabila tidak segera mendapatkan perlindungan yang memadai. Dalam kurun waktu sekitar 15 tahun terakhir, populasi Cucak Rowo diperkirakan mengalami penurunan lebih dari 80 persen. Saat ini, jumlah individunya di alam diperkirakan hanya berkisar antara ratusan hingga beberapa ribu ekor. Ironisnya, meskipun menghadapi ancaman yang sangat serius, tekanan akibat perdagangan dan perburuan ilegal masih terus berlangsung sehingga memperbesar risiko hilangnya spesies ini dari alam.
4. Ancaman Terbesar Berasal dari Aktivitas Manusia
Berbeda dengan masa lalu ketika ancaman utama berasal dari predator alami di habitatnya, saat ini faktor terbesar yang mengancam kelangsungan hidup Cucak Rowo adalah aktivitas manusia. Perburuan untuk kebutuhan perdagangan burung peliharaan serta berkurangnya habitat akibat pembukaan lahan, pembangunan, dan perubahan fungsi kawasan hutan menjadi penyebab utama menurunnya populasi spesies ini.
Menikmati keindahan suara burung tentu merupakan hal yang menyenangkan, namun keindahan tersebut akan memiliki nilai yang jauh lebih besar apabila dapat dinikmati langsung dari habitat alaminya, di antara pepohonan dan ekosistem hutan yang sehat. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk mendukung hobi yang lebih bertanggung jawab serta menjaga keberadaan satwa liar di alam. Dengan cara tersebut, Cucak Rowo tidak hanya akan dikenang melalui lagu atau cerita, tetapi juga tetap hidup dan berkembang di habitat aslinya untuk generasi yang akan datang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....