Monumen Sejarah Misi Katolik Diusulkan Dibangun di Kampung Sekru
- 20 Mei 2026 21:25 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Keluarga besar umat Islam di Kampung Sekru, Kabupaten Fakfak, mengusulkan pembangunan monumen sejarah kedatangan misi Katolik di wilayah tersebut. Usulan itu disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah awal masuknya misi Katolik di Tanah Papua.
Usulan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendalaman dan Kesaksian Iman 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua yang berlangsung di Graha Le Cocq d’Armandville, Fakfak, Selasa 19 Mei 2026.
Tokoh masyarakat Kampung Sekru, Taip Biarpruga, mengatakan monumen itu diharapkan dibangun di lokasi pertama injakan Pater Cornelis Le Cocq d’Armandville saat tiba di Kampung Sekru pada 22 Mei 1894.
“Saya Islam, saya imam besar di masjid, tapi saya minta agar keluarga besar umat Katolik segera membangun monumen bersejarah di tempat injakan pertama Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville, supaya anak cucu kami selalu mengenang sejarah ini,” kata Taip.
Menurutnya, pembangunan monumen tersebut penting agar generasi muda mengetahui sejarah perjumpaan masyarakat Fakfak dengan para misionaris Katolik yang datang pertama kali ke wilayah itu.
Hal senada disampaikan Nasar Serkanasa yang menjelaskan bahwa nama Kampung Sekru diyakini berasal dari ungkapan “Secru… Secolarum” yang diucapkan Pater Le Cocq saat pertama kali tiba di wilayah tersebut. Ungkapan itu kemudian dimaknai masyarakat sebagai rasa syukur.
Dalam catatan sejarah lokal, sebelum dikenal sebagai Sekru, wilayah tersebut bernama Mondo Gendik. Nama Sekru mulai digunakan sejak kedatangan misi Katolik pada 22 Mei 1894 yang kemudian menjadi tonggak awal perkembangan Gereja Katolik di Tanah Papua.
Masyarakat setempat berharap lokasi pertama kedatangan misionaris di Pantai Kapaur, Kampung Sekru, dapat dijadikan penanda sejarah permanen dalam bentuk patung atau monumen sebagai simbol persaudaraan lintas umat di Fakfak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....