Kenapa Pare Pahit? Ini Penjelasan Ilmiah dan Fakta dari Jurnal Penelitian

  • 05 Mei 2026 10:29 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Pare atau yang dikenal secara ilmiah sebagai Momordica charantia adalah sayuran yang terkenal dengan rasa pahitnya yang khas. Banyak orang bertanya-tanya, mengapa buah ini bisa begitu pahit meskipun sering dikonsumsi sebagai sayuran sehat dan obat tradisional.

Ternyata, rasa pahit pada pare bukan tanpa alasan. Para ilmuwan telah menemukan bahwa kepahitan ini berasal dari senyawa kimia alami yang terdapat di dalam buahnya.

Rasa pahit pada pare terutama disebabkan oleh senyawa golongan triterpenoid glikosida, terutama yang dikenal sebagai momordikosida dan charantin.

Sebuah penelitian dalam jurnal JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina) menjelaskan bahwa kepahitan pare berasal dari kandungan glukosida triterpen (momordikosida K dan L) yang merupakan bagian dari metabolit sekunder tanaman. Senyawa ini memberikan rasa pahit sekaligus berperan sebagai perlindungan alami tanaman dari hama.

Dengan kata lain, rasa pahit tersebut adalah “mekanisme pertahanan” alami agar buah pare tidak mudah dimakan oleh hewan sebelum bijinya matang.

Menariknya, senyawa yang membuat pare pahit justru memiliki banyak manfaat kesehatan. Studi dalam jurnal Food Chemistry menunjukkan bahwa triterpenoid dalam pare memiliki aktivitas biologis seperti anti-diabetes, antiinflamasi, dan antibakteri.

Selain itu, penelitian dalam Journal of Food Composition and Analysis menyebutkan bahwa triterpenoid merupakan komponen utama yang berkontribusi pada rasa pahit sekaligus efek farmakologis pare, terutama dalam membantu menurunkan kadar gula darah.

Dalam dunia tumbuhan, rasa pahit seperti pada pare memiliki fungsi penting. Senyawa pahit ini berperan sebagai:

  • Pelindung dari serangga dan hewan pemakan buah
  • Menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu
  • Menjaga biji agar matang sempurna sebelum dikonsumsi hewan

Penelitian fitokimia juga menemukan bahwa pare mengandung alkaloid, saponin, dan steroid yang mendukung fungsi perlindungan alami tanaman.

Dalam praktik sehari-hari, rasa pahit pare sering dikurangi dengan cara:

  • Merendam dalam air garam
  • Memeras dan mencuci sebelum dimasak
  • Memasak dengan bumbu kuat seperti cabai atau santan

Cara ini dapat mengurangi sebagian senyawa pahit yang larut dalam air, tetapi tidak menghilangkan manfaat nutrisinya.

Rasa pahit pada pare bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari senyawa alami seperti momordikosida dan triterpenoid yang berfungsi sebagai perlindungan tanaman. Menariknya, senyawa inilah yang juga membuat pare memiliki nilai kesehatan tinggi, terutama dalam penelitian tentang pengendalian gula darah dan antioksidan.

Dengan demikian, pahitnya pare justru menjadi “tanda” bahwa di balik rasanya terdapat manfaat ilmiah yang besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....