Mengapa Ada Semangka Berwarna Kuning?

  • 05 Mei 2026 09:19 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Semangka umumnya dikenal dengan daging buah berwarna merah segar. Namun, di beberapa daerah juga ditemukan semangka berwarna kuning yang sering membuat orang bertanya-tanya: apakah ini buah berbeda atau sekadar variasi biasa?

Faktanya, semangka kuning masih berasal dari spesies yang sama, yaitu Citrullus lanatus, hanya saja memiliki perbedaan pada kandungan pigmen di dalam buahnya.

Warna merah pada semangka berasal dari pigmen likopen (lycopene), yaitu senyawa karotenoid yang juga ditemukan pada tomat. Sementara itu, semangka kuning tidak mengandung likopen dalam jumlah tinggi. Sebagai gantinya, warna kuning muncul karena dominasi pigmen lain seperti beta-karoten dan xantofil.

Penelitian dalam jurnal BMC Plant Biology menjelaskan bahwa perbedaan warna daging semangka dipengaruhi oleh regulasi gen dan akumulasi karotenoid selama proses pematangan buah. Studi tersebut menemukan bahwa variasi genetik mengatur apakah buah akan menghasilkan likopen (merah), beta-karoten (oranye), atau xantofil (kuning).

Semangka kuning bukan hasil rekayasa modern, melainkan hasil variasi genetik alami dan seleksi budidaya. Dalam kajian ilmiah, warna daging buah semangka merupakan sifat yang dikendalikan oleh beberapa gen yang mengatur jalur biosintesis karotenoid.

Penelitian juga menunjukkan bahwa perbedaan ekspresi gen tertentu dapat menyebabkan akumulasi pigmen xantofil yang lebih dominan, sehingga menghasilkan warna kuning pada daging buah.

Fakta Ilmiah tentang Semangka Kuning

  • Semangka kuning tetap satu spesies dengan semangka merah.
  • Warna kuning berasal dari pigmen beta-karoten dan xantofil.
  • Tidak mengandung likopen tinggi seperti semangka merah.
  • Telah dikaji dalam penelitian metabolit dan genetika tanaman.
  • Dalam beberapa studi, kandungan beta-karoten pada semangka kuning dapat diukur secara laboratorium untuk analisis gizi.

Selain perbedaan warna, semangka kuning tetap memiliki kandungan air tinggi, vitamin, dan antioksidan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa varietas semangka kuning masih mengandung senyawa karotenoid yang bermanfaat bagi kesehatan, meskipun komposisinya berbeda dengan semangka merah.

Semangka berwarna kuning terjadi karena perbedaan pigmen alami yang dikendalikan oleh faktor genetik, bukan karena perbedaan spesies. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa variasi warna ini berasal dari jalur biosintesis karotenoid yang berbeda di dalam buah semangka.

Dengan kata lain, semangka kuning adalah “versi lain” dari semangka merah yang lahir dari variasi alami tanaman, bukan buah yang benar-benar berbeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....