Asal Usul Kata “Jomblo”, Dari Bahasa Daerah hingga Jadi Istilah Populer

  • 05 Mei 2026 07:46 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Istilah “jomblo” sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Kata ini kerap digunakan untuk menyebut seseorang yang belum memiliki pasangan. Namun, di balik popularitasnya, ternyata kata “jomblo” memiliki sejarah dan asal-usul yang cukup menarik untuk ditelusuri.

Secara etimologis, kata “jomblo” diyakini berasal dari kata “jomlo” dalam bahasa Sunda. Dalam makna awalnya, “jomlo” merujuk pada perempuan yang belum menikah atau sering disebut “gadis tua.”

Seiring perkembangan waktu, pelafalan kata tersebut berubah menjadi “jomblo” karena dianggap lebih mudah diucapkan dalam percakapan sehari-hari.

Kini, maknanya pun meluas dan tidak lagi terbatas pada perempuan, tetapi juga digunakan untuk laki-laki yang belum memiliki pasangan.

Dalam perkembangan budaya populer, kata “jomblo” mengalami pergeseran makna. Dari istilah yang awalnya bernuansa negatif, kini kata tersebut sering digunakan secara santai, bahkan humoris di media sosial.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana bahasa terus berkembang mengikuti dinamika sosial. Kata “jomblo” tidak lagi sekadar label status, tetapi juga bagian dari identitas budaya anak muda.

Fenomena penggunaan kata “jomblo” juga telah dikaji dalam dunia akademik, khususnya dalam bidang komunikasi dan ilmu sosial.

Salah satu penelitian berjudul “Representasi Meme Jomblo dalam Situs Jejaring Sosial Twitter” dalam jurnal Jurnal Online Mahasiswa FISIP Universitas Riau menjelaskan bahwa istilah “jomblo” telah menjadi simbol sosial yang sering muncul dalam budaya internet.

Penelitian tersebut menemukan bahwa “jomblo” tidak hanya menggambarkan status tanpa pasangan, tetapi juga membawa makna sosial seperti kesepian, humor, hingga stereotip tertentu dalam masyarakat digital.

Selain itu, studi lain dalam jurnal Eduscape: Journal of Education Insight menyoroti bahwa status jomblo sering dikaitkan dengan stigma sosial, seperti kurang percaya diri atau tekanan lingkungan, meskipun juga bisa dimaknai sebagai fase pengembangan diri.

Bentuk baku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah “jomlo,” bukan “jomblo.”

Awalnya hanya digunakan untuk perempuan, kini berlaku umum untuk semua gender.

Kata ini mengalami perluasan makna dari negatif menjadi lebih netral bahkan humoris.

“Jomblo” sering digunakan dalam budaya meme dan media sosial sebagai simbol gaya hidup.

Kata “jomblo” merupakan contoh nyata bagaimana bahasa berkembang dari akar budaya lokal menjadi istilah populer nasional. Berasal dari bahasa Sunda, istilah ini kini tidak hanya menggambarkan status hubungan, tetapi juga menjadi bagian dari fenomena sosial dan budaya modern.

Melalui berbagai kajian jurnal, “jomblo” bahkan telah menjadi objek penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa bahasa tidak sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan dinamika masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....