Psikolog Vivi Rianti: Disabilitas Mental Bisa Dikelola dengan Dukungan Tepat

  • 12 Apr 2026 16:25 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Disabilitas mental memiliki ragam bentuk yang perlu dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan gangguan berat, tetapi juga mencakup kondisi ringan yang dapat berkembang jika tidak ditangani dengan baik.

Dalam dialog interaktif “Ruang Disabilitas dan Inklusi” RRI Fakfak, Psikolog dari Konsultan Psikologi Healthy Soul Papua Barat, Vivi Rianti, S.Psi, M.Psi, Psikolog, mengungkapkan disabilitas mental bisa muncul sejak masa perkembangan anak. Contohnya seperti autis yang mempengaruhi perilaku serta kemampuan interaksi sosial.

Sementara pada orang dewasa, disabilitas mental dapat berupa gangguan yang lebih kompleks seperti skizofrenia. Kondisi ini seringkali disalahpahami oleh masyarakat awam, sehingga memunculkan stigma negatif terhadap penderitanya.

“Disabilitas mental itu bisa dari gangguan perkembangan seperti autis, sampai gangguan berat seperti skizofrenia,” jelas Vivi Rianti.

Selain itu, terdapat pula gangguan yang tergolong lebih ringan seperti kecemasan. Namun, kecemasan baru dikategorikan sebagai disabilitas ketika sudah mengganggu aktivitas dan fungsi sehari-hari seseorang.

Vivi menjelaskan kecemasan pada dasarnya merupakan hal yang normal dan bisa berdampak positif. Misalnya, rasa cemas saat menghadapi ujian dapat mendorong seseorang untuk lebih giat belajar.

Namun, kecemasan juga dapat menjadi negatif jika tidak dikelola dengan baik. Kondisi ini bisa memicu stres berlebihan, ketakutan, hingga reaksi emosional yang tidak terkendali.

“Kalau kecemasan itu bisa diarahkan jadi positif, seseorang bisa mengatasinya sendiri. Tapi kalau sudah negatif, biasanya membutuhkan pendampingan,” tambahnya.

Ia menekankan kemampuan individu dalam mengelola kondisi mental sangat menentukan dampak yang ditimbulkan. Dukungan dari keluarga dan lingkungan juga berperan penting dalam membantu individu menghadapi tantangan tersebut.

Melalui pemahaman yang lebih baik tentang disabilitas mental, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi kondisi ini. Dengan begitu, stigma dapat berkurang dan tercipta lingkungan yang lebih inklusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....