Mengenal Lebih Dekat Hoarding Disorder

  • 30 Mar 2026 03:14 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak – Hoarding Disorder atau gangguan menimbun adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang memiliki kesulitan untuk membuang barang, meskipun barang tersebut sudah tidak memiliki nilai atau kegunaan. Kondisi ini bukan sekadar kebiasaan menumpuk barang, tetapi merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Dilansir dari World Health Organization Hoarding Disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan dorongan kuat untuk menyimpan barang dan ketidakmampuan untuk membuangnya. Barang yang disimpan bisa berupa apa saja, mulai dari pakaian lama, koran bekas, hingga sampah rumah tangga. Akibatnya, rumah atau tempat tinggal penderita sering kali menjadi sangat penuh dan sulit digunakan sebagaimana mestinya.

Beberapa gejala umum yang sering muncul antara lain:

1. Kesulitan membuang barang, bahkan yang tidak berguna

2. Merasa cemas atau stres saat harus membuang sesuatu

3. Menumpuk barang hingga memenuhi ruangan

4. Kesulitan mengatur atau mengelompokkan barang

5. Menghindari orang lain masuk ke rumah karena malu

Penyebab pasti gangguan ini belum sepenuhnya diketahui, namun beberapa faktor yang berperan meliputi:

- Faktor genetik (riwayat keluarga)

- Pengalaman traumatis

- Gangguan fungsi otak dalam pengambilan keputusan

- Kondisi lain seperti depresi atau kecemasan

Dampak Hoarding Disorder

1. Dampak Kesehatan

Lingkungan yang penuh dengan barang atau sampah dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti Diare, alergi, dan gangguan pernapasan.

2. Risiko Keselamatan

Tumpukan barang dapat meningkatkan risiko kebakaran, jatuh, atau cedera di dalam rumah.

3. Gangguan Sosial

Penderita sering mengalami isolasi sosial karena merasa malu atau tidak nyaman dengan kondisi rumahnya.

4. Penurunan Kualitas Hidup

Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena ruang yang terbatas dan kondisi lingkungan yang tidak sehat.

Cara Mengatasi Hoarding Disorder

1. Terapi Psikologis

Terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) sangat membantu dalam mengubah pola pikir dan perilaku penderita.

2. Dukungan Keluarga

Dukungan dari keluarga dan orang terdekat sangat penting untuk proses pemulihan.

3. Pendekatan Bertahap

Membersihkan dan mengurangi barang dilakukan secara perlahan agar tidak menimbulkan stres berlebih.

4. Konsultasi dengan Profesional

Jika kondisi sudah parah, disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Hoarding Disorder adalah gangguan mental yang serius dan membutuhkan perhatian khusus. Dengan pemahaman yang tepat serta dukungan dari lingkungan sekitar, penderita dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan teratur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....