Siapa yang Menemukan Cabai untuk Pertama Kali?

  • 04 Mar 2026 07:41 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Cabai menjadi salah satu bahan dapur yang hampir tak terpisahkan dari kuliner Indonesia. Rasa pedasnya memberi sensasi khas pada berbagai hidangan, mulai dari sambal hingga aneka masakan tradisional. Namun, siapa sebenarnya yang pertama kali menemukan cabai?

Secara ilmiah, cabai berasal dari tanaman genus Capsicum. Berdasarkan penelitian arkeologi, cabai telah dibudidayakan sejak lebih dari 6.000 tahun lalu di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, khususnya di daerah yang kini menjadi bagian dari Meksiko, Peru, dan Bolivia.

Artinya, masyarakat asli di kawasan tersebutlah yang pertama kali mengenal dan memanfaatkan cabai, jauh sebelum dikenal oleh bangsa Eropa maupun Asia.

Cabai mulai dikenal dunia luar setelah pelayaran Christopher Columbus pada akhir abad ke-15. Pada tahun 1492, Columbus berlayar mencari jalur laut ke Asia, tetapi justru tiba di Benua Amerika. Di sana, ia menemukan berbagai tanaman baru, termasuk cabai.

Karena rasanya yang pedas menyerupai lada hitam—yang saat itu sangat mahal di Eropa—Columbus menyebutnya sebagai “pepper”. Sejak saat itu, cabai mulai dibawa ke Spanyol dan menyebar ke berbagai negara melalui jalur perdagangan.

Dilansir dari beberapa sumber, salah satunya Pandutani.or.id. Dari Eropa, cabai menyebar cepat ke Afrika dan Asia melalui pedagang Portugis dan Spanyol pada abad ke-16. Di Indonesia, cabai diperkenalkan oleh bangsa Portugis saat mereka datang ke Nusantara untuk berdagang rempah-rempah.

Sejak saat itu, cabai berkembang pesat dan menjadi bagian penting dari budaya kuliner Indonesia. Bahkan, banyak orang menganggap hidangan terasa kurang lengkap tanpa rasa pedas.

Kini, cabai telah bertransformasi dari tanaman lokal Amerika menjadi komoditas global. Beragam varietas seperti cabai merah besar, cabai rawit, hingga paprika semuanya berasal dari keluarga Capsicum yang sama.

Meski bukan ditemukan oleh satu individu tertentu, peran Christopher Columbus dalam membawa cabai ke dunia internasional menjadi titik penting dalam sejarah penyebarannya. Dari ladang-ladang Amerika hingga dapur-dapur Nusantara, cabai membuktikan bahwa perjalanan sebuah tanaman bisa mengubah cita rasa dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....