Cara Mengatasi Rasa Lapar dan Haus Selama Bulan Ramadhan
- 22 Feb 2026 10:28 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan berarti menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki aktivitas padat, rasa lapar dan haus bisa terasa cukup berat. Namun, dengan strategi yang tepat, kondisi ini dapat dikelola sehingga puasa tetap lancar dan tubuh tetap bugar.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga pola makan seimbang serta mencukupi kebutuhan cairan sangat penting agar tubuh tetap sehat selama berpuasa.
1. Jangan Lewatkan Sahur
Sahur adalah kunci utama untuk menjaga energi sepanjang hari. Pilih makanan yang:
Mengandung karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)
Tinggi protein (telur, ayam, tahu, tempe)
Kaya serat (sayuran dan buah)
Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan membantu menekan rasa lapar di siang hari.
2. Penuhi Kebutuhan Cairan dengan Pola 2-4-2
Rasa haus saat puasa biasanya disebabkan kurangnya asupan cairan saat malam hari. Terapkan pola minum 2-4-2:
2 gelas saat berbuka
4 gelas di antara berbuka dan sebelum tidur
2 gelas saat sahur
Menurut World Health Organization, kebutuhan cairan orang dewasa rata-rata sekitar 2 liter per hari, tergantung aktivitas dan kondisi tubuh.
3. Hindari Makanan Terlalu Asin dan Manis
Makanan tinggi garam dapat meningkatkan rasa haus lebih cepat. Begitu pula makanan dan minuman tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat turun kembali sehingga memicu rasa lapar lebih awal.
Sebaiknya:
Kurangi gorengan dan makanan asin saat sahur
Batasi minuman manis berlebihan saat berbuka
4. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur
Buah dan sayur mengandung air serta serat yang membantu mempertahankan hidrasi dan rasa kenyang lebih lama. Contohnya: Semangka, Melon, Timun dan Pepaya.
Kandungan air alami dalam buah membantu mengurangi rasa haus saat siang hari.
5. Kelola Aktivitas Fisik
Hindari aktivitas fisik berat di bawah terik matahari untuk mencegah dehidrasi. Jika ingin berolahraga, lakukan:
Setelah berbuka puasa
Atau menjelang berbuka dengan intensitas ringan
Mengatur energi dengan bijak membantu mengurangi rasa lemas dan haus berlebihan.
6. Istirahat yang Cukup
Kurang tidur dapat meningkatkan hormon pemicu rasa lapar. Pastikan Anda:
Tidur cukup 6–8 jam (bisa dibagi malam dan siang)
Menghindari begadang yang tidak perlu
Istirahat cukup membantu tubuh menjaga keseimbangan energi selama puasa.
7. Latih Adaptasi Tubuh Secara Bertahap
Biasanya tubuh membutuhkan beberapa hari pertama Ramadhan untuk beradaptasi. Setelah itu, rasa lapar dan haus akan terasa lebih terkendali karena metabolisme mulai menyesuaikan diri.
Rasa lapar dan haus selama bulan Ramadhan adalah hal yang wajar, namun dapat dikendalikan dengan pola makan seimbang, asupan cairan yang cukup, serta pengaturan aktivitas dan istirahat. Kunci utama adalah tidak melewatkan sahur, memilih makanan bernutrisi, dan menjaga hidrasi tubuh.
Dengan pengelolaan yang baik, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih nyaman, sehat, dan penuh semangat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....